Archive | HighLite

THE MOST POPULAR COFFEE

Kopi sudah menjadi minuman favorit sejak ratusan tahun silam. Seiring kemajuan teknologi,

kopi muncul dalam berbagai bentuk minuman. Inilah menu favorit kopi di dunia.

 

Black Coffee

Menu ini bisa dibilang paling tua. Bubuk kopi diseduh dengan air panas. Tak ada tambahan apa-apa kecuali gula atau kapulaga (di Turki dan Mesir). Cara menyeduhnya bisa bermacam-macam. Ada yang  langsung, atau menggunakan alat penyaring seperti Moka Pot, French  Press, Syphon, dan lain-lain.

 

 

Espresso

Espresso dibuat dengan mesin khusus yang ditemukan pertama kali oleh Luigi Bezzera pada tahun 1901. Bubuk kopi ditempatkan di wadah khusus, lalu dialirkan air dengan tekanan sangat tinggi. Hasilnya, keluar melalui lubang kecil di bagian bawah mesin. Di Italia, espresso diminum dalam takaran kecil setelah makan siang dan malam. Espresso menjadi ‘bahan baku’ minuman lain.

 

Capuccino

Resep kopi paling populer di dunia. Terdiri dari tiga bagian, yaitu espresso, susu (steamed milk), dan foam. Ketebalan foam di permukaan sekitar dua sentimeter. Sebagai variasi, banyak café yang menyajikan foam dengan berbagai macam gambar di atasnya, mulai dari hewan hingga bunga.

 

 

Macchiato

Macchiato adalah espresso dengan sedikit susu diatasnya. Tanpa diaduk. Susu itu hanya dimaksudkan untuk melindungi espresso dari udara terbuka. Ada pula yang menambahkan sedikit foam di atasnya agar orang tahu kalau minuman tersebut mengandung susu.

 

 

 

Coffee Latte

Resep minuman ini ditemukan di Amerika. Sama dengan cappuccino, terdiri dari espresso, susu, dan foam. Hanya takarannya yang berbeda. Caffe late dibuat dengan sepertiga espresso, dua pertiga susu, serta sedikit foam (5-10 mm) di atasnya. Di Perancis disebut café au lait, di Spanyol namanya café con leche.

 

Long Black

Minuman ini popular di Australia. Cara membuatnya dengan menuangkan espresso di atas air panas. Air panas dituangkan lebih dulu agar tidak merusak cream yang ada pada espresso. Kalau Anda menuangkan espresso lebih dulu, baru air panasnya, disebut Americano.

 

Posted in HighLite0 Comments

SUSHI: The Global Foreplay Food

SUSHI: The Global Foreplay Food

Apa sih sushi? Mulanya dimaksudkan sebagai salah satu cara mengawetkan ikan. Seiring dengan perjalanan waktu sushi berkembang menjadi salah satu seni kuliner yang unik.

Konon pada zaman dahulu, sushi diuat dengan cara menempatkan ikan kering di antara nasi yang telah diberi vinegar(cuka) agar tidak lekas rusak. Dalam perkembangannya, rumput laut (nori) juga digunakan agar nasi tidak lengket ke jarijari tangan, dan dijadikan sebagai pembungkus sushi. Kata ”sushi” berasal dari kata ”shi” yang artinya nasi dan kata”su” yang artinya diberi cuka. Kini sushi lebih dikenal sebagai cara penyajian makanan khas Jepang di mana daging ikan mentah seukuran ujung jari tangan dibalut dengan nasi, yang bisa dimakan dengan shoyu (kecap khas Jepang). Sushi telah sejak lama dikenal oleh bangsa Cina, yakni sejak abad ke 2, saat sushi mulanya dikenal sebagai salah satu cara pengawetan ikan. Metode ini berkembang cepat di Cina dan akhirnya sampai ke Jepang pada abad ke-7. Metode ini mengalami proses modifikasi di Jepang, di mana mereka mulai memakan nasi dengan ikannya sekaligus.

 

Pada abad ke-17, seorang Jepang bernamaMatsumoto Yoshiichi dari Edo (Tokyo) mulai memberikan bumbu pada nasi dengan menggunakan cuka yang terbuat dari arak beras dan mulai memasarkan sushi buatannya di Jepang. Di awal abad ke 19, Hanaya Yohei, melakukan perubahan yang besar dalam cara penyajian sushi. Daging ikan tidak lagi dibungkus dalam nasi melainkan diletakkan di atasnya.Cara ini kemudian lazim dikenal dengan nama ”Nigiri Sushi”. Setelah Perang Dunia ke II, perkembangan popularitas sushi makin pesat. Sushi yang awalnya dikenal sebagai ‘makanan siap saji’ yang dijual di pinggir jalan, mulai naik kelas dan dijual di restoran restoran.Selanjutnya tata cara makan sushi yang semakin formal mulai diperkenalkan. Masalah kebersihan makin diperhatikan.

 

Penyebaran popularitas sushi ke seluruh dunia juga didukung oleh dunia barat yang mulai menggemari cara memakan ikan mentah yang unik ini. Pengaruh dunia barat dalam perkembangan sushi ditandai dengan maraknya menu-menu fusion (pengaruh barat) yang cara penyajiannya makin kreatif seperti California Rolls. Berbagai jenis restoran sushi makin banyak bermunculan, baik yang tradisional maupun yang bergaya fusion. Hal ini tentunya menjadikan sushi tak lagi milik bangsa Jepang namun telah mendunia.

 

BERBAGAI BENTUK SUSHI

Uramaki, roll dengan nori di dalam. Silinder bentuknya, tapi isiandi dalam dibungkus dengan nori, baru dibalut lagi dengan nasi danlapisan terluar biasanya entah wajik atau telur ikan. Salah satu dutauramaki yang paling terkenal di seluruh dunia adalah California Roll.Konon dipicu ketidaksukaan konsumen Amerika melihat nori membungkussushi. Jadi nori disembunyikan di sebelah dalam. Kini, sushi gayaAmerika itu sudah kembali ke tanah airnya di Jepang, dan disambutbaik, serta merupakan salah satu campur tangan Amerika terhadapbudaya Jepang.

 

Futomaki, atau sushi rollbesar. Sebenarnyasama saja denganmakizushi, namundengan ukuranbesar. Bisa mencapai diameter 5 centimeter danketebalan 3 centimeter. Isian di tengahnya bisa2 atau 3 jenis.

 

Hosomaki, atau sushi roll kecil.Ukuran minidari makizushidengan lebar dandiameter hanya2 centi saja. Isi di tengahnya biasanya hanyasatu karena memang muatnya sedikit.

 

 

Oshizushi, sushi berbentuk segiempat. Biasanyadibuat dengan sebuahcetakan kayu bernamaoshibako. Nasi dibawah, selapis nori, lalu nasi dan akhirnya selapisatau dua lapis topping di bagian atasnya.

 

Makizushi, atau sushi roll. Disebutmaki karena pembuatannya menggunakan semacam papan bambu kecil, bernamamakisu. Nasi dan isian di tengahnya digulungdi atas makisu, kemudian dibungkusdengan nori, rumput laut kering berwarnahitam. Berbentuk bulat silinder dan noridi sebelah luar, inilah bentuk sushi yang paling familiar dan banyak fotonya.

Nigirizushi, sushi yang dibentuktanpa melibatkan makisu. Secara teknis yang paling sulit. Intinya seonggok nasi dilengkapi dengan sepotong ikan atau udang di atasnya. Kadang-kadang diikat dengan seutas nori. Chef di resto sushi besar biasanya sudah menyertakan sedikit wasabi di balik ikan, terjepit diantara nasi dan ikannya.

 

Temaki, seperti ice cream cone. Berukuran ekstra panjang, bisa mencapai 10 centi, dengan gulangan nori di luar dan isian yang berlimpah, nyaris keluar dari ujungnya yang terbuka. Biasanya dimasukkan ke mulut dengan tangan saja karena akan kelihatan aneh sekali menyuapkan temaki sepanjang 10 centi menggunakan sumpit.

Gunkanzushi, berukuran mini sebesar hosomaki dengan bagian bawah berisi nasi dan atasnya topping umumnya telur ikan, lalu dibungkusdi pinggirnya dengan nori.

 

Chirasushi adalah sekumpulan potongan daging ikan mentah (sashimi) yang disusun menurut pola dan seni tertentu di atas semangkuk nasi. Juga disebut sebagai barazushi.

 

 

Posted in HighLite0 Comments

Jakarta Minggu Pagi

Jakarta Minggu Pagi

Jakarta Minggu pagi seperti sebuah kota berbeda. Ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda, lamban, tak tergesa-gesa, hangat sapaan, dan penuh gairah menyehatkan diri. Sebuah kontrasatas Jakarta di hari kerja.

SENAYAN

Dari dulu sampai sekarang, Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, yang sempat dikenal dengan nama Gelora Senayan, ini memang menjadi tempat olahraga favorit masyarakat Jakarta.
Aktivitas kehidupan di kawasan GBK menjadi lebih hidup di saat hari libur, dan Sabtu atau Minggu pagi. Di luar itu, ia tetap hidup karena memang ada sebagian masyarakat Jakarta yang memilih berolahraga dulu di sekitar kawasan tersebut sebelum pulang ke rumah. Selain itu, kawasan ini juga sering menjadi ajang untuk menyelenggarakan berbagai even musik, pameran.
Seperti Minggu pagi pekan lalu, gerimis tiba-tiba saja datang menghapus kecerahan pagi itu. Tapi masyarakat yang terlanjur datang untuk sekedar jogging, lari pagi, bersepeda dan senam tidak merasa terganggu. Buktinya masih banyak di antara mereka yang tetap melanjutkan aktivitas mereka. Luar biasa!
Bahkan, di pintu IX GBK, tempat yang biasa dipakai oleh segelintir orang untuk melakukan senam bersama, tetap melanjutkan kegiatan bersenam sambil diiringi musik. Ada sebagian yang memilih menggerakan tubuh mereka di bawah pohon agar terlindungi dari gerimis yang jatuh.
Minggu itu, seluruh lapisan masyarakat tampak bersatu di kisaran Senayan. Dari yang bawa naik mobil, motor, sepeda hingga pejalan kaki memenuhi jalanan hanya untuk berolahraga pagi atau sekedar melepas kejenuhan. Meski lokasi ini bukan taman hiburan, namun tidak jarang orang datang ke sini bersama keluarganya untuk bermain sepatu roda, main bulu tangkis, dan berjalan-jalan.
Umumnya, memang masyarakat yang datang ke sini pasti ingin berolahraga. Kebanyakan dari mereka datang dengan pakaian olahraga lengkap dengan atributnya. Tapi tidak sedikit pula yang datang tanpa pakaian olahraga. Yang pasti, tanpa berolahraga pun, Anda akan merasa lelah berjalan di sekeliling GBK jika belum terbiasa. Bisa-bisa, Anda sudah akan terhenti sebelum sampai satu putaran. Tapi jangan khawatir, tidak sampai satu putaran pun Anda sudah cukup mengeluarkan ke-ringat.
Dan setelah lelah berolahraga, Anda juga tidak perlu bingung mencari minuman atau jajanan lain. Di pintu IX Gelora Bung Karno adalah tempat mangkal para pedagang kaki lima yang diperbolehkan berjualan di situ. Anda bisa menikmati baso, gado-gado, gulai daging, pecel, sotomie, somay, batagor, tempe mendoan, bubur ayam, ketupat sayur, ada juga minuman teh manis hangat atau kopi. Ada juga pedagang nasi rames yang mangkal dengan sepedanya. Bagi Anda yang belum pernah berkunjung ke sini, mungkin akan merasa sulit mencari pusat jajanan di stadion ini. Sebab, memang tidak sembarangan pedagang kaki lima boleh berdagang di sini.
Harganya juga tidak mahal. Untuk semangkok bakso, Anda cukup mengeluarkan uang Rp 10.000 dan untuk sepiring pecel plus nasi dan kerupuk, Anda hanya cukup membayar Rp 8.000. Untuk minumannya, dengan uang Rp 3.000, Anda sudah bisa menikmati teh botol. Sangat murah bukan? Banyak juga orang yang sengaja datang hanya untuk jajan di Pintu IX ini. Sebab, menikmati makanan di pagi hari sambil melihat orang berlari di sekitar GBK juga merupakan keasyikan tersen-diri bagi sebagian orang. Setidaknya, sudah bisa menghirup udara pagi yang cukup segar di sini.

MONAS

Pada suatu Minggu pagi yang basah, di bawah gerimis hujan, ratusan orang tetap bersemangat melakukan kegiatan olahraga, seperti jogging,  bersepeda, bermain bulutangkis, futsal hingga berjalan-jalan santai. Sebagian besar dari me-reka adalah anak-anak dan kaum muda, laki dan perempuan. Ada pula orang-orang tua yang datang berolahraga bersama anak-anaknya.
Lokasi ini menjadi tempat favorit lantaran tempatnya luas, bebas dari lalu lalang kendaraan bermotor, udaranya relatif bersih dan segar. Memang sarana publik ini sengaja disediakan sebagai tempat rekreasi, olahraga dan wisata. Semua jenis kendaraan tidak diperkenankan masuk. Hanya sepeda yang diizinkan masuk ke dalam kawasan taman yang sekelilingnya dipagari besi setinggi tiga meter. Pedagang kaki lima pun tidak diperkenankan masuk.
Selain keunggulan tadi, Monas juga berada di pusat kota yang relatih mudah terjangkau dari seluruh pelosok Jabodetabek. Orang dari kawasan Tangerang, Bekasi, Depok dan Bogor hanya butuh waktu kurang satu sampai setengah jam sampai ke tempat ini dengan menggunakan KRL. Sedangkan mereka yang berada di Jakarta dapat menjangkau tempat ini dengan menggunakkan bus transjakarta atau angkutan umum lainnya.
Sebagian besar yang datang berolahraga di tempat ini adalah mereka bertempat tinggal tak jauh dari Monas, seperti Tanah Abang, Kramat, Kwitang, Cikini, Cempaka Putih, Kemayoran, Salemba, Menteng. Mereka umumnya berjalan kaki ke sana. Kurang lebih setengah jam lamanya. Tetapi ada pula yang datang dari Pasar Minggu, Depok, Mereka umumnya menggunakan KRL.
Tak perlu khawatir kesulitan mencari makanan pengganjal perut tempat ini. Di luar pintu-pintu masuk, ada banyak pedagang makanan dan minuman ringan dengan harga yang relatif murah. Mereka ini tidak diperbolehkan masuk ke dalam kawasan taman Monas. Jadi Anda bisa membeli makanan atau minuman itu sebelum atau setelah berolahraga atau jalan-jalan.
Tetapi jika Anda ingin menikmati makanan berat, bisa berkunjung ke restoran-restoran yang berada di tempat parkir Monas di Jalan Merdeka Selatan  atau di Stasiun Gambir di Jalan Merdeka Timur. Di Stasiun Gambir ada banyak pilihan makanan. Mulai dari masakan lokal hingga internasional seperti Hoka-Hoka Bento, Dunkin Donuts dan CFC.
Kawasan Taman Monas ini tak pernah sepi sepanjang hari Minggu dan libur. Jika di pagi hari, para pengunjungnya adalah mereka-mereka yang berolah raga,  mulai siang menjelang malam, tempat ini dipadati oleh para wisatawan, mulai yang sekedar berekreasi di taman-taman, hingga mereka yang ingin naik ke puncak Tugu Monas.

KOTA TUA

Kawasan Kota Tua di Jakarta tak pernah tidur, termasuk saat Minggu dinihari. Banyak warga Jakarta yang memanfaatkan lapangan di depan Musem Fatahillah dan area di sekitarnya sebagai tempat olahraga. Lapangan berkonblok itu menjadi arena bermain sepakbola atau jogging. Sebagian orang juga memanfaatkan untuk senam pagi.
Bosan dengan olahraga tadi, Anda bisa menyewa sepeda yang terdapat di lokasi tersebut. Bisa pilih model, mau sepeda biasa atau sepeda onthel kuno yang berukuran besar. Mereka juga menyediakan topi dan aksesori jadul untuk menambah ke-sempurnaan. Kalau sudah pegang sepeda, jangan hanya mutar-mutar di lapangan. Lebih baik Anda mengayuh keluar museum.
Telusuri bangunan-ba-ngunan kuno di sekitarnya seperti Pelabuhan Sunda Kelapa, Menara Syahbandar, Musem Bahari, Jembatan Kota Intan, dan Toko Merah. Selain sehat di badan, pengetahuan sejarah Anda juga bertambah. Untuk menyewa, cukup merogoh kocek Rp 20.000 per jam atau Rp 150.000 untuk sehari.
Untuk berolahraga di tempat ini, lebih me-ngasyikkan kalau bertepatan dengan penerapan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) alias car free day. Mulai jam 06.00 hingga 12.00 WIB, jalan-jalan di sekitar Kota Tua, Jakarta Pusat, tak boleh dilewati kendaraan bermotor. Anda bisa memanfaatkan jalan itu sebagai arena olahraga. Sekarang, Anda bukan hanya bisa jogging, bermain bola atau bersepeda.
Bahkan, Anda bisa bermain sepatu roda atau skateboard di tengah jalan. Sa-ngat menyenangkan.
Sehabis berolahraga, saatnya memanjakan lidah. Banyak tempat makanan yang harus dicoba. Salah satu yang wajib dikunjungi adalah Cafe Batavia yang berada di kompleks Taman Fatahillah. Di samping menu makanan yang lezat, Anda bisa melihat foto-foto Kota Tua dari abad 18 hingga 19. Bahkan dinding dekat toilet pun penuh pajangan foto-foto masa lalu. Menu andalan cafe yang mulai buka pukul 08.00 WIB ini adalah Batavia’s Meat, Seafood Grill, dan Lobster Thermidor. Jika tak suka makanan berat, ada juga bubur ayam, sandwich dan dim sum. Untuk minuman, bisa memesan peppermint tea, earl grey tea, atau aneka jus buah.
Kalau mau keluar dari kompleks Taman Fatihallah, coba mengunjungi Gazebo Café di Jalan Kunir. Café ini berbeda dengan Batavia. Gazebo menyajikan menu makanan tradisional. Di sini, Anda bisa menikmati makanan tradisional yang sudah menjadi legenda, seperti Es Ragusa, Sop Kaki Kambing Dudung Roxi, Sate Padang Murni Cikini, Dapur Mama Wing Sriwing, Mie Kepang, Pizza Gendeng, Es Campur Sinar Garut, Dimsum Menteng, Gado-gado Ngawi, Soto Ngawi, Angkring Margonda Depok, hingga Bandar Kopi.
Jika Anda mau mengembara lebih jauh lagi, datang saja di sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa. Di sana, Anda bisa mengunjungi Sea Food Banda Betawi di Jalan Tongkol atau Raja Kuring di Jalan Dadap. Atau lebih jauh lagi? Carilah makanan di Jalan Mangga Besar. Di sepanjang jalan ini, banyak resto yang menyajikan menu makanan China. Anda bisa memilih makanan yang sesuai selera lidah dan juga kantong.

Posted in HighLite0 Comments

REINVENTING THE WHEELS

REINVENTING THE WHEELS


Kaum urban sedang keranjingan sepeda. Setiap hari libur, khususnya saat diberlakukannya car free day, aneka sepeda melintas di sepanjang Jalan Sudirman hingga MH Thamrin, Jakarta Pusat. Bukan sekedar berolah raga, mereka juga ingin menunjukkan jati dirinya.

Gaung sepeda kembali bergema sejak terjadinya pemanasan global yang berimbas pada tak menentunya cuaca. Kapan musim kemarau dan kapan musim hujan menjadi tak jelas. Juga kemacetan yang luar biasa di ibukota. ”Dua tahun terakhir perkembangan sepeda luar biasa,” kata Budi Santoso, Technical Advisor sebuah perusahaan Informasi Teknologi sekaligus pendiri website www.sepedaku.com.

Menurut pria yang sepuluh tahun tinggal di Jerman itu, kampanye bersepeda berjalan efektif karena strategi top down yang digagasnya bersama rekan-rekan lima tahun silam. Saat itu, mereka mengajak para eksekutif untuk bersepeda sehingga muncul imej kalau sepeda bukanlah alat transportasi murahan. ”Budaya kita masih paternalistik sehingga saat atasan bersepeda, yang lain ikut-ikutan,” tambahnya.

Ketika sepeda menjadi tren baru, perkembangannya luar biasa. Bukan sekedar komunitas yang menjamur. Namun, jenis sepeda yang digemari pun cepat berubah. Masing-masing kelompok memiliki jenis sepeda andalan. Beberapa jenis sepeda yang sedang menjadi tren saat ini adalah fixie, mountain bike, serta sepeda lipat (seli).

Fixie (Fix Gear)

Sepeda fixie menjadi tren sejak beberapa artis ternama seperti Tora Sudiro dan Vicky Nitinegoro memakai sepeda jenis ini. Menurut Henry Bunyamin, Store Manager Monster Bike di Senayan Trade Center (STC), booming sepeda fixie terasa mulai Maret 2010. “Makin gila sejak pertengahan tahun,” kata pria yang tiap hari naik sepeda dari rumah ke kantornya.

Sepeda fixie berbeda dengan sepeda biasa. Fixie identik dengan minimalis dan tanpa gear dinamis. Tak ada kabel berseliweran. Ban pun super tipis, layaknya sepeda balap. Selama roda berputar, pedal pun ikut berputar. Pengereman mengandalkan kekuatan pedal dengan menahan laju serta mendorong pedal ke belakang.

Sepeda fixie, kata Henry, dilirik kaum muda karena beberapa kelebihan. Bisa maju mundur, simpel, warnanya beragam dan banyak komunitasnya. ”Sepeda seperti itu laku banget,” kata Henry sambil menunjuk sepeda dengan roda belakang warna biru dan ban depan pink. Soal warna, Henry banyak berkreasi. Ban depan dan belakang tak mesti sama, baik jenis peleknya maupun warnanya.

Selain penampilan yang memesona, fixie lebih ringan. Dengan ban ramping, lebih enteng saat digowes. Sekali ngayuh bisa menempuh jarak lebih jauh. “Beda banget dengan sepeda lipat. Lebih enteng dan cepat,” jelas Henry, yang saat ini menjadi agen sepeda premium seperti RH+O, Sillgey, Velocity, Aerospoke, Livery, Pillar, dan lain-lain. Di kalangan biker,  Monster Bike dikenal sebagai penyedia sepeda fixie. Padahal, sebenarnya, Monster juga menyediakan sepeda lain seperti onthel, mountain bike, folding (lipat), hingga recumbent (sepeda roda tiga).

Mountain Bike

Walau fixie sedang naik daun, sepeda gunung (mountain bike) tetap menjadi primadona. “Karakter orang Indonesia ingin satu sepeda bisa dipakai bermacam-macam,” kata Budi Santoso. Mountain bike fleksibel karena bisa digunakan untuk menjelajah hutan maupun bersepeda di perkotaan. Sepeda gunung yang beredar saat ini umumnya sudah menerapkan sistem suspensi pada roda depannya (fork suspension). Malah, sebagian sepeda sudah dual suspension, baik roda depan maupun belakang.

Dilihat jenisnya, ada lima macam mountain bike. Pertama, cross-country bike. Berat sepeda ini sekitar 8-12 kg. Didesain untuk mendapatkan efesiensi optimal saat mengayuh dan menanjak sehingga sering dipakai untuk race.  Mayoritas hardtrail (tanpa suspensi belakang) meski 2-3 tahun terakhir sudah ada yang memakai full suspension.

Kedua, all mountain (trailbike). Berat berkisar 11-15 kg. Dirancang untuk melintasi medan bebatuan, tanah pegunungan maupun batu lepas dengan nyaman pada kecepatan relatif lebih tinggi dibanding jenis cross country. Mampu melakukan lompatan hingga 2 meter.

Ketiga, freeride. Jenis ini hampir sama dengan all mountain. Perbedaannya, hanya ada penambahan komponen untuk memperkuat sepeda. Misalnya, suspensi depan yang lebih kekar serta dilengkapi double crown (batang penahan) sehingga tetap aman dan nyaman melakukan lompatan tinggi.

Keempat, dirt jump (urban bike). Sepeda ini digandrungi kaum muda urban. Didisain untuk alat transportasi, menikung kecepatan tinggi, juga melakukan lompatan-lompatan ekstrim. Rangka dari bahan yang lebih kuat dan menggunakan ban ekstra besar. Berat sekitar 13-18 kg dengan material yang lebih kuat sehingga harga lebih mahal.

Kelima, downhill. Sepeda ini dirancang untuk menuruni bukit dengan cepat, aman dan nyaman. Karena itu suspensi lebih panjang jarak mainnya, dan sensitif terhadap medan yang dilalui. Frame sepeda rendah sehingga mampu menikung dengan kecepatan tinggi. Sistem pe-ngereman menggunakan disc brake ukuran besar agar lebih pakem.Dari lima jenis sepeda gunung di atas, Anda bisa memilih salah satu jenis yang sesuai dengan  kebutuhan. Atau bisa pula membeli beberapa jenis mountain bike untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan.

Folding Bike (Seli)

Di kota besar, seli juga menjadi idola. ”Praktis dan simpel,” kata Safak Muhammad, Managing Director Sepedagaya. Sepeda ini tidak memakan tempat karena bisa dilipat. Seli juga bisa digabungkan dengan moda lain, misalnya kereta, bis, atau taksi. Jadi, seli hanya dipakai dari terminal hingga kantor.

Seli mulai populer sejak masyarakat menyadari efek pemanasan global. Karena ingin mengurangi polusi, sebagaian orang pun memilih bersepeda saat berangkat kerja. Agar tak terlalu capai, pilihan jatuh ke seli. Bisa dilipat kapan saja lalu dimasukkan ke bis atau taksi. Juga tak bingung mencari tempat parkir karena bisa dibawa ke dalam kantor, lalu di taruh di bawah meja kerja.

Saat ini seli bukan sekedar sepeda commuter untuk melewati jalan aspal saja. Seli sepeda gunung pun sudah banyak. Tak perlu khawatir dengan folding mountain bike ini. ”Teknologi sudah canggih sehingga tak membahayakan pemakai,” lanjut Safak yang mengageni sepeda lipat berbagai merek seperti Element, Laux, Wim Cycle, United, Dahon, Genio, Polygon, dan lain-lain.

Sepeda Pustaka Keliling

Sepeda sudah menjadi gaya hidup. Bagi Budi Santoso hal itu belum cukup. Lelaki kelahiran 19 Oktober 1972 itu menginginkan sepeda menjadi alat transportasi seperti di Eropa. ”Di Jerman dan Austria, komunitas sepeda tumbuh pesat,” lanjutnya. Orang pergi ke kantor atau belanja naik sepeda. Bukan sekedar untuk olahraga atau gaya.

Jika sepeda sudah menjadi alat transportasi, kemacetan Jakarta bisa berkurang. Udara pun lebih sehat. Untuk mewujudkan mimpinya, Budi sudah memulai dari dirinya sendiri. Kemana pun dia bersepeda. ”Aki mobil saya rusak dan keempat bannya kempes,” katanya sambil tertawa. Budi hampir tak pernah memakai mobil untuk aktifitas hariannya.

Saat ini, bersama sebuah LSM, Budi mengampanyekan Sepeda Pustaka Keliling. Saat bersepeda, entah ke kantor atau mana saja, Anda bisa membagikan buku atau majalah yang tak terpakai kepada orang-orang yang Anda lalui. Siapa tahu, buku tersebut berguna bagi mereka untuk menambah pengetahuan. Selain sehat, Anda pun ikut membantu mencerdaskan bangsa. DH

Posted in HighLite0 Comments

A DAY AT THE MUSEUM

A DAY AT THE MUSEUM

Museum Bank Indonesia

Museum ini bukan sekedar menyuguhkan koleksi uang-uang kuno atau sejarah berdirinya bank. Lebih dari itu, museum ini tertata sangat apik, unik dan menarik plus memberikan pengetahuan modern tentang bank kepada para pengunjung. Jadi, penjelasan bukan hanya apa yang dijelaskan, tapi bagaimana menjelaskannya juga sangat penting di sini. Tidak heran jika pengunjungnya dari tahun ke tahun selalu meningkat.

Mengapa Museum Bank Indonesia didirikan? Sejak berdiri sebagai bank sentral di tahun 1953, Bank Indonesia telah banyak berkiprah dalam pembangunan Indonesia. Sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengenal Bank Indonesia. Karena itulah dengan memanfaatkan, sekaligus melestarikan gedung bersejarah BI yang terletak di jalan Pintu Besar Utara  No 3 Jakarta ini, didirikanlah Museum Bank Indonesia. Meski menempati bangunan kuno, namun Museum Bank Indonesia terkesan megah dan terawat. Cat putih di sekeliling gedung pun masih kinclong tanpa noda.

Begitu memasuki Museum Bank Indonesia, pengunjung akan dibuat terpesona dengan arsitektur bangunan dalam ruangan museum yang sangat artistik. Pengunjung langsung disuguhi deretan sejarah bank mulai zaman penjajahan Belanda hingga sekarang, dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Biasanya pengunjung tidak lupa berfoto di sekitar area ini. Sebab, memang nuansa dan desain yang disuguhkan benar-benar mengagumkan. Untuk memotret, pengunjung tidak boleh menggunakan lampu kilat.

Setelah itu, pengunjung akan menuju sebuah ruangan pemutaran film tentang bank. Biasanya petugas di sini akan memilihkan film yang sesuai dengan pengunjungnya. Jika anak-anak, biasanya diputarkan film kartun yang berisi pengetahuan tentang bank. Dari sini, anak-anak bisa memahami apa itu arti inflasi, fungsi uang, arti nilai tukar nominal, keuntungan menabung dan sebagainya.

Semakin dalam menelusuri museum ini, pengunjung akan makin dibuat terkagum-kagum dengan penataan dan desain ruang yang begitu apik. Hasti Adiani Dwiputranti, Analis Program Publik Madya Museum Bank Indonesia menyebut bahwa museum yang dibuka sejak 15 Desember 2006 ini dibangun dengan menggabungkan antara seni dan teknologi yang memberikan keunikan tersendiri dalam menyajikan informasi. Pantas saja banyak pengunjung yang ketagihan datang ke museum ini lagi dengan mengajak teman lain atau keluarganya. Selain gratis alias tidak dipungut biaya, pelayanan dari para petugas museum juga patut diacungi jempol.

Timbang Emas Batangan
Museum Bank Indonesia sangat berbeda dengan museum lainnya. Sebab museum ini memiliki koleksi numismatic atau uang yang terlengkap di Indonesia.  Selain itu, terdapat Ruang Emas yang di dalamnya tersimpan replika emas batangan. Di sini para pengunjung bisa mencoba menimbang berat emas batangan yang sama seperti aslinya. Ruangan ini juga termasuk ruangan yang paling digemari para pengunjung. Banyak pengunjung yang betah memperhatikan replika emas batangan di dalam kotak kaca tersebut. Siapa tahu suatu hari nanti bisa punya emas batangan juga. Harganya saat ini di pasaran resmi sekitar Rp 370.000.000 per kilogram utuh.

Ruang Numismatik merupakan koleksi unik dari Museum Bank Indonesia. Dalam ruangan ini tersaji koleksi mata uang dimulai dari zaman kerajaan Hindu Budha tahun 800-1300 Masehi, zaman perdagangan, zaman pemerintahan Belanda, zaman pendudukan Jepang sampai mata uang sekarang. Ada juga uang bersambung (uncut money), uang token (uang khusus yang digunakan di perkebunan di tahun 1819), uang Kampua (uang kerajaan Kampua Buton yang terbuat dari kain di abad 14).  Seluruh koleksi mata uang ini disimpan dalam lemari kaca yang dilengkapi kaca pembesar. Sehingga pengunjung tinggal menggeser kaca pembesar ke kiri, kanan, atas, dan bawah untuk melihat lebih jelas.  Sebuah solusi inovatif untuk melestarikan benda-benda bersejarah.

Ruang Playmotion juga koleksi unik dari Museum Bank Indoensia. Ada 2 ruang playmotion. Ruang Playmotion 1 menyuguhkan pengetahuan tentang bank secara modern yaitu gambar bayangan uang berjatuhan yang ditayangkan melalui proyektor ke dinding. Ruangan ini digunakan sebagai transisi untuk mempersiapkan pikiran pengunjung menjelajah ruang sejarah dan ruang-ruang lainnya. Cara bermain dilakukan dengan menangkap bayangan koin-koin yang berjatuhan. Jika berhasil, maka akan keluar deskripsi tentang uang . Di ruangan ini, baik pengunjung tua, muda atau anak-anak sering berebutan ingin menangkap bayangan tersebut. Sementara di Ruang Playmotion 2,  lebih didominasi anak-anak karena permainan tebak gambar dalam bahasa Inggris ditayangkan dari proyektor yang dipasang di atas dipantulkan ke meja.

Ruang Percetakan dan Pengedaran Uang menjelaskan tentang proses produksi uang, mulai dari proses perencanaan, pencetakan, pengedaran sampai peracikan. Terdapat peralatan untuk mendukung penjelasan tentang proses pencetakan yang, ada plat untuk mencetak uang, mesin cetak dan mesin peracikan.

Koleksi Non-Numismatik juga tersedia di museum ini. Di antaranya berupa peralatan kantor, furniture, radio, televisi zaman Belanda dan lain sebagainya. Ada juga layar monitor yang dilengkapi keyboard dan pengunjung bisa memanfaatkan sarana ini untuk menjelajahi langkah-langkah yang telah ditempuh Bank Indonesia di bidang kelembagaan, perbankan, moneter dan sistem pembayaran.

Museum Nasional

Lebih populer dengan sebutan Museum Gajah, yakni merujuk pada patung gajah terbuat dari perunggu di halaman depan museum, yang merupakan sumbangan dari Raja Chulalongkorn atau Raja Rama V dari Thailand yang berkunjung ke lokasi ini tahun 1871.

Gedung di Jalan Medan Merdeka Barat itu sendiri sih baru berdiri 1862 atas jasa penjajah kita dulu, pemerintah di Hindia Belanda, meski institusi museumnya sebenarnya sudah ada jauh sebelumnya, akhir 1700-an, namun saat itu masih pindah-pindah gedung.

Isi museum saat ini bisa dikategorikan menjadi beberapa bagian, yakni arkeologi, etnografi, numismatik & keramik, prasejarah, sejarah, dan geografi. Yang disebut pertama, arkeologi, mewakili masa sejarah Hindu-Budha dulu, sekitar abad 10-15 Masehi. Dalam tahapan sejarah Indonesia, masa ini dinamakan periode klasik Indonesia. Apa yang bisa ditemukan di kawasan ini adalah berbagai macam arca, patung, peralatan upacara, mata uang, dan sebagainya yang terbuat dari macam-macam bahan, antara lain emas, perak, dan tanah liat. Harta karun terbanyak di koleksi ini berasal dari Jateng dan Jatim, meski ada juga patung-patung dari Kaltim dan Sumbar.

Etnografi lebih merupakan potret atas budaya dan karya seni ratusan suku yang hidup di wilayah Indonesia saat ini. Dari koleksi itu bisa ketahuan pengaruh agama dan budaya asing yang merasukinya.

Numismatik & Keramik sesuai namanya merupakan tempat mengumpulkan semua koleksi yang berkaitan dengan koin, uang kertas, token, serta alat pencetak uang dari masa sejak sebelum penjajahan, masa kolonialisme, sampai dengan pasca kemerdekaan. Sedangkan keramik yang dikumpulkan di tempat ini terbanyak berasal dari  China, dengan periode sejak Han di awal abad pertama, sampai dengan Qing di abad ke-20.

Sedangkan bagian Prasejarah mencakup masa sebelum kolonialisme terjadi. Jadi masa jutaan tahun silam sampai dengan abd ke-5 Masehi. Bedanya dengan bagian Sejarah, yang disebut terakhir ini mencakup abad ke-16 sampai 19 Masehi.

Museum ini mengingat umurnya yang sudah sangat tua, tidak menghe-rankan jika koleksinya mencapai ratusan ribu barang. Bahkan sebelum Perpustakaan Nasional didirikan, manuskrip tua pun juga menjadi bagian dari koleksi Museum Gajah. Dari sekitar 140 ribu barang, hanya 50 ribuan saja yang dipamerkan kepada umum.

Salah satu ruangan yang tidak boleh dilupakan untuk dikunjungi adalah koleksi artefak emas di lantai 2. Bagian yang dijaga ketat ini ditutup 1 jam sebelum jam tutup museum lainnya. Di ruangan ini semua isinya adalah emas, emas, emas. Umumnya perhiasan gelang, kalung dan sebagainya. Tapi juga ada arca terbuat dari emas, dan benda-benda lainnya. Nilai historisnya saja sudah tak bisa diperkirakan. Apalagi nilai barangnya itu sendiri jika sampai tercuri atau dirampok orang. Konon, museum ini dijaga sangat ketat setelah mengalami sejumlah tindak kejahatan di masa lalu.

Museum Fatahillah

Nama resminya adalah Museum Sejarah Jakarta. Bedanya dengan Museum Nasional, ya ini hanya soal Jakarta tempo doeloe. Cakupannya Jakarta, bukan Indonesia. Mustinya sih begitu. Tapi jika ditelisik, isi koleksinya kurang lebih sama juga dengan Museum Nasional, mulai dari keramik, benda-benda arkeologi seperti logam, kaca, porselen, prasasti. Mungkin tidak banyak arca karena jenis ini khas Jateng dan Jatim. Juga di sini ada lukisan Raden Saleh, salah satu pemukim awal Jakarta tempo doeloe.

Satu lagi bedanya dengan Museum Nasional. Di sini ada penjara bawah tanah. Gedung museum dulunya adalah peninggalan Belanda yang dipakai sebagai gedung balaikota. Letaknya ada di bagian bawah gedung. Komplit dengan bola-bola pengikat kaki tahanan. Konon, mereka direndam di dalam air. Betul-betul siksaan. Ini merupakan apa yang dinamakan turisme hitam. Menikmati sesuatu yang mengingatkan pada kekejaman manusia.

Dibandingkan gedung Museum Nasional, Stadhuis ini usianya lebih tua. Dibangun pada awal tahun 1700-an, berarti setidaknya umurnya sudah mencapai 300 tahun.  Namun secara koleksi kalah jauh dari museum saudaranya tersebut. Koleksi barang yang ditampung di sini sekitar 23 ribu.

Ada 2 ikon khas museum ini yang harus dipakai sebagai latar berfoto. Pertama adalah patung Hermes. Patung Hermes ini tadinya berdiri di perempatan Harmoni, dan tergusur pelebaran jalan. Karya seni ini merupakan pemberian satu keluarga Belanda kepada pemerintah Hindia Belanda sebagai ucapan terima kasih telah diizinkan berbisnis di Batavia.

Yang kedua, meriam si Jagur. Bentuk meriam dan jempol di pangkal meriam menyebabkan banyak tafsiran atas benda kuno ini. Konon, mereka yang ingin memiliki anak harus menunggangi meriam ini. Benda itu sendiri menurut sejarah dibuat di Macau. Sempat dibawa ke Melaka beberapa tahun lamanya yang sama-sama merupakan jajahan Portugis, sebelum akhirnya dibawa lagi ke Jakarta untuk diletakkan di tempat ini.

Museum di Tengah Kebun

Ini merupakan satu-satunya museum swasta dalam bahasan kita kali ini. Tentu bukan satu-satunya museum swasta di Indonesia. Tapi kegigihan pemiliknya, Sjahrial Djalil, dalam mengumpulkan koleksi barang-barang kuno dan bernilai sejarah patut diacungi jempol. Dan koleksinya sangat berselera tinggi. Memperlihatkan pemiliknya memiliki pengetahuan perihal barang-barang itu, sekaligus bukan orang sembarangan.

Sjahrial yang di masa lalu dikenal sebagai seorang eksekutif dunia periklanan dikenal sebagai pemburu koleksi barang kuno asal Indonesia dan negara-negara lain di berbagai balai lelang, antara lain Christie’s. Koleksinya kini mencapai 1.744 barang dari berbagai pelosok dunia. Nilainya? Jangan tanya. Tapi dari buku “Museum di Tengah Kebun” yang diterbitkannya sendiri kita bisa melihat koleksi satu per satu barang miliknya. Dengan bentuan sejumlah ahli, setiap koleksi dijelaskan dan diperlihatkan dengan foto yang jelas dan tajam, plus perbandingan dengan benda lain agar ketahuan ukuran sesungguhnya.

Sebenarnya museum ini bukan hanya kumpulan koleksi barang. Bangunan rumah di Jalan Kemang Timur 66 itu sendiri layak disebut museum hidup. Lihatlah misalnya bata-bata kemerahan yang menopang kokohnya bangunan, dan dibiarkan telanjang tanpa plester, ternyata terbuat dari bekas bata gedung zaman Belanda. Salah satunya di Pasar Ikan, Tanjung Priok. Yang lainnya dari penjara wanita di Bukit Duri.

Kenapa sih repot-repot mendirikan museum dan merawatnya? “Karena saya ingin memperlihatkan pada generasi muda bahwa posisi kebudayaan Indonesia tidak kalah dari kebudayaan lainnya, baik China, Yunani, maupun Barat,” kata Sjahrial.

Sayang, pemerintah tak punya passion yang serupa. Salah satu masalah yang digelutinya adalah pajak bumi bangunan yang mencapai puluhan juta per tahunnya, dan naik terus dari tahun ke tahun. Seolah-olah tak ada pengertian dari pemerintah atas jerih payah perorangan dalam mencerdaskan anak-anak bangsa. DH

Posted in HighLite0 Comments

Jual Diri Dengan CV

Tampilan CV keren, foto menarik plus portofolio (contoh karya) merupakan awal sukses untuk meraih karir impian!


Curriculum Vitae atau CV adalah ujung tombak dari seseorang yang ingin melamar kerja. Karena itu, sudah menjadi syarat mutlak agar CV dibuat semenarik mungkin sehingga berkas lamaran Anda tidak terbuang sia-sia. Sebab, semakin banyak pelamar, Anda butuh penonjolan diri. Kalau HRD sejak awal sudah tidak punya niat untuk membaca CV Anda, berarti kesempatan Anda sudah hilang sejak awal. Agar kesempatan awal tidak terbuang percuma, bikin CV semenarik mungkin.

LANGKAH AWAL
Buatlah CV berformat formal dengan pilihan huruf sederhana seperti Verdana, font Arial, dan sebagainya. Ukuran huruf antara 11-12 dan untuk ukuran huruf yang besar bisa menggunakan ukuran 14. Agar menarik, Anda juga bisa menggunakan garis pinggir yang unik pada CV Anda.

Lengkap, spesifik, tidak bertele-tele, dan berisi fakta singkat yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar.Tulisan harus rapi dan bebas dari kesalahan ketik. Menggunakan tinta hitam, bisa juga menggunakan warna lain namun jangan terlalu berwarna-warni. Jika ingin dikirim dalam bentuk e-mail, buatlah versi scan-nya sehingga Anda siap saat diminta.

Jangan sampai salah ketik dalam menuliskan CV, karena salah menulis alamat dan no telpon saja, bisa berakibat fatal selamanya. Sebaiknya periksa dengan teliti dulu sebelum yakin benar untuk mengirimkan CV Anda ke perusahaan yang Anda lamar.

Latar belakang pendidikan harus Anda cantumkan secara detail. Sertakan nama lembaga pendidikan, jurusan atau program yang diambil. Jangan ragu mencantumkan ketrampilan Anda di luar pendidikan formal yang ditempuh. Misalnya Anda pandai berbahasa asing lainnya di luar Inggris, seperti Prancis, Jepang dan sebagainya.

Jangan lupa mencamtumkan pengalaman kerja Anda selama ini. Tuliskan secara singkat jabatan dan posisi Anda di tempat kerja sebelumnya. Sah-sah saja mencantumkan hobi Anda, asalkan sesuai dengan pekerjaan yang Anda lamar. Misalnya Anda hobi traveling dan kebetulan Anda melamar sebagai manajer marketing perusahaan tour & travel.

Bagi fresh graduate jangan berkecil hati untuk melamar pada posisi yang sudah berpengalaman. Anda bisa menuliskan pengalaman magang saat kuliah ataupun pengalaman freelance bila ada.

Tuliskan juga pengalaman berorganisasi. Pengalaman berorganisasi kadang bisa mendukung lamaran pekerjaan yang Anda lamar. Tidak ada salahnya menuliskan pengalaman berorganisasi sejak SMP, SMA dan kuliah ataupun pengalaman organisasi sosial lainnya.

Sebaiknya, CV tidak lebih dari 2 halaman. Karena perusahaan tidak mau membaca CV yang panjang dan bertele-tele. Hindari juga membuat 1 CV untuk seluruh lamaran pekerjaan. Lebih baik buat CV yang sesuai dengan masing-masing posisi pekerjaan yang Anda lamar.

LAMPIRKAN PORTOFOLIO
Agar memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan yang Anda impikan, jangan lupa melampirkan portofolio (contoh hasil karya) sekalipun tidak diminta. Umumnya portofolio ini dibutuhkan untuk lamaran pekerjaan di bidang desain, fotografer, penulis dan sebagainya. Pilihlah karya-karya yang paling mengesankan bagi Anda untuk disertakan.

Bentuk penyajian portofolio, juga bisa dikirim dalam bentuk cetak atau print out, atau bisa dalam bentuk digital digabung dalam satu CD. Atau yang lebih canggih lagi, biasanya portofolio seseorang sudah dibuat dalam situs pribadi. Sehingga saat melamar pekerjaan, tinggal mencamtumkan alamat situs pribadi tersebut. Semuanya ini bisa disesuaikan dengan permintaan perusahaan tempat Anda melamar kerja.

FOTO MENARIK

  1. Agar CV Anda dilirik, lampirkanlah foto yang paling bagus dan menarik. Jangan melampirkan foto yang sudah lama.
  2. Selalu gunakan kemeja saat difoto agar menimbulkan kesan formal dan sopan.
  3. Hindari menggunakan aksesoris pada rambut (khusus wanita) yang berlebihan saat difoto.
  4. Riaslah wajah senatural mungkin (khusus wanita) dan jangan berlebihan. Berikan senyuman yang santun sedikit saat difoto, namun jangan tersenyum terlalu lebar. Tapi jangan juga terlihat cemberut. Yang penting tampilan foto Anda tidak kaku.

Posted in HighLite0 Comments

Karir Impian Bergaji Selangit

Menentukan karir terbaik di Indonesia ternyata sulit. Belum ada lembaga yang melakukan survei menyeluruh terhadap karir dengan mengulasnya dari berbagai aspek, seperti besarnya gaji, peluang kerja, lingkungan kerja, stress, serta kebutuhan fisik. Lima kriteria ini yang dipakai careercast.com dalam membuat peringkat 200 karir terbaik di Amerika Serikat.

”Sulit bagi saya untuk menentukan. Dasarnya apa?” tanya Esther Widhi Andangsari, MPsi, dosen Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Meski sulit, Esther bisa ‘meraba-raba’ karir impian berdasarkan gaji yang diterima dan besarnya animo orang memilih pekerjaan tersebut. Juga berdasar pengalamannya mengelola Binus Career serta interaksinya dengan kalangan HRD di Jakarta. Menurutnya karir di sektor Migas (minyak dan gas) masih menjadi primadona, disusul Teknologi Informasi, Telekomunikasi, Finance (Perbankan), serta Marketing.

Prediksi Esther hampir sama dengan hasil survei BTI Consultant yang dimuat di majalah bisnis SWA beberapa waktu yang lalu. Survei tersebut memang hanya melihat besarnya gaji yang diterima karyawan. Tapi, gaji memiliki daya tarik yang luar biasa, terutama bagi me-reka yang mengincar posisi manajer. Berikut adalah hasil survei standar gaji di Indonesia.

Migas (Minyak dan Gas)
Karir di migas ini masih menawarkan gaji tertinggi dibanding sektor lain. Tak usah membicarakan gaji pada level direktur atau CEO. Pada level manajer saja, pendapatan mereka mengagumkan. Gaji manajer senior berkisar Rp 60-80 juta, manajer Rp 30-65 juta, manajer yunior Rp 15-50 juta, sedang untuk officer ‘hanya’ Rp 5-20 juta. Untuk manajer yunior dan staff belum mendapatkan benefit berupa tunjungan rumah, tunjangan mobil, opsi saham, dan keanggotan golf. Namun mereka mendapatkan benefit berupa tunja-ngan ponsel, tunjangan transportasi, asuransi kesehatan, serta bonus kinerja.

Perbankan
Gaji di sektor perbankan masih tinggi. Level manajer senior berkisar Rp 40-60 juta, sedang di tingkat manajer sekitar Rp 20-40 juta. Manajer yunior hanya Rp 10-20 juta. Untuk staff mendapat pemasukan Rp 5-10 juta. Yang membedakan dengan sektor migas adalah benefit yang diterima karyawan, terutama level staff. Mereka   hanya   mendapatkan asuransi jiwa dan kesehatan, tunjangan transport, tunjangan ponsel, bonus prestasi dan jamsostek. Tak ada tunjangan sekolah untuk anak seperti yang didapatkan pada sektor migas.

Telekomunikasi
Gaji di sektor telekomunikasi, untuk level manajer senior ke bawah, hampir sama de-ngan sektor perbankan. Manajer senior bergaji Rp 36-60 juta, sedang manajer menerima pendapatan antara Rp 30-50 juta. Manajer junior bergaji Rp 16-30 juta, sedang officer memperoleh income sekitar Rp 5-16 juta. Soal benefit, sektor telekomunikasi masih lebih baik dibanding perbankan untuk level manajer dan manajer junior. Di sektor telekomunikasi manajer memperoleh penggantian pembelian BBM & biaya parkir, sedang di sektor perbankan, fasilitas ini tak didapatkan.

Teknologi Informasi
Besarnya gaji di sektor teknologi informasi tak jauh berbeda dengan sektor telekomunikasi. Pada level staff, di sektor ini bergaji Rp 5-10 juta, sedang di level manajer yunior menyentuh angka Rp 10-20 juta. Manajer berpendapatan Rp 20-40 juta. Di sektor telekomunikasi, gaji manajer bisa sampai Rp 50 juta. Manajer senior di sektor teknologi informasi memperoleh gaji antara Rp 40-50 juta. Soal benefit, hampir sama. Hanya, sektor telekomunikasi masih unggul karena manajer yunior ke atas mendapatkan penggantian pembelian BBM dan biaya parkir.

Fast Moving Consumer Goods
Perbedaan gaji di FMCG dengan sektor di atasnya mulai terasa mencolok, terutama pada level staff hingga manajer. Staff di sektor FMCG hanya bergaji antara Rp 2,5-6 juta, sedang manajer yunior memperoleh penghasil-an Rp 6-15 juta. Manajer bergaji Rp 15-30 juta. Di tingkat manajer senior, perbedaan tak terlalu mencolok. Gaji berkisar Rp 30-50 juta. Benefit juga nyaris sama sampai level manajer yunior. Hanya, untuk staff di sektor FMCG, mereka tak mendapat penggantian pembelian ponsel, seperti yang ada di sektor telekomunikasi.

Farmasi
Gaji dan benefit yang diperoleh dari sektor farmasi, dari level staff sampai manajer senior sama dengan yang didapatkan dari sektor FMCG. Perbedaan mulai terasa di tingkat direktur dan CEO. Direktur di farmasi hanya bergaji  Rp 50-80 juta, sedangkan di sektor FMCG mendapatkan imbalan Rp 50-100 juta. CEO di bidang farmasi memperoleh imbalan Rp 90-140 juta, sedangkan di FMCG berkisar Rp100-150 juta.

Bagaimana dengan gaji di entry level? Hampir sama! Sektor migas masih memimpin dengan gaji berkisar Rp 6-10 juta, disusul perbankan (Rp 3,5-6 juta), FMCG (Rp 3,5-6 juta), telekomunikasi (Rp 3,5-5 juta), logistik (Rp 2,5-4 juta), serta perkebunan (Rp 2,5-3,5 juta).

Untuk mendapatkan karir impian di atas, ada beberapa syarat yang mesti Anda penuhi, baik hard skill maupun soft skill. Pada level staff hingga supervisor, hard skill yang harus dimiliki adalah ijazah D3, diutamakan S1. Sedangkan untuk level manajer hingga CEO minimal S1, diutamakan S2.

Soft skill untuk level manajer ke atas adalah punya jiwa leadership, memiliki rekam jejak yang baik, jaringannya luas, pandai negosiasi, serta pernah menjabat manajer di perusahaan sejenis. Sedangkan untuk supervisor dan staff, soft skill yang harus dimiliki adalah punya kemampuan supervisi, memahami pekerjaannya, punya semangat belajar, giat, rajin, berperilaku baik, serta bersemangat. DH

Posted in HighLite0 Comments

Making Your Dream Career Come True

Karir impian tidak datang begitu saja. Harus diperjuangkan. Bahkan sepuluh tahun sebelum karir tersebut diraih. Mulai sekarang, tentukan bidang yang Anda pilih dan kejar mimpi itu agar menjadi kenyataan.


Sebelum lulus kuliah, seharusnya Anda sudah menentukan karir yang akan ditekuni. Tetapkan sasaran 5 – 10 tahun mendatang. Pekerjaan dan posisi apa yang harus Anda raih dalam kurun waktu tersebut. Namun, dalam realitas, se-telah lulus kuliah Anda belum tentu mendapatkan pekerjaan sesuai harapan. Bisa jadi, Anda bekerja di bidang yang berbeda, atau bahkan berlawanan, dengan disiplin ilmu yang ditekuni.

Pada awal bekerja, Anda bisa berpindah-pindah pekerjaan sesuai harapan dan keinginan. Selain menimba pengalaman, proses tersebut juga berguna untuk memilih pekerjaan dan profesi yang paling cocok bagi Anda. Namun ketika memasuki usia 30 tahun, sebaiknya Anda sudah menentukan pilihan. Memang, memilih bukanlah pekerjaan gampang. Harus mempertimbangkan banyak hal, bukan soal gaji semata.

”Pilih pekerjaan atau profesi yang paling sesuai dengan minat dan karakte-ristik,” jelas Esther Widhi Andangsari, MPsi, Head of Psychology Laboratory Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta. Indikatornya cukup gampang. Sesuai minat, tinggal diukur apakah kita bisa menekuni pekerjaan itu untuk 3-5 tahun ke depan? ”Kalau tiga bulan saja sudah eneg, berarti tak sesuai,” tambah Esther.

Sedangkan untuk mengukur karakteristik, pekerjaan tersebut harus sesuai de-ngan kepribadian Anda. Misalnya, Anda suka bertemu dengan orang lain maka profesi customer service (CS) atau marketing cocok dengan karakteristik Anda. Tetapi, jika Anda suka berada di belakang layar, profesi akuntan lebih sesuai daripada menjadi marketing. Pekerjaan yang tak sesuai dengan kepribadian akan menyiksa batin karena Anda melakukannya dengan terpaksa.

Banting Stir
Walau idealnya di usia 30 tahun Anda sudah menemukan karir impian dan berupaya mengejarnya, tetapi pada kenyataannya ada sebagian orang yang masih bingung menentukan arah sehingga di usia tersebut mereka malah harus alih profesi. Banting stir  boleh saja dengan mempertimbangkan berbagai hal. Yang penting Anda harus cerdik dan kalau bisa, tidak terlalu jauh dengan pengalaman sebelumnya, sehingga pengetahuan Anda tetap berguna.

Menurut Esther, ada tiga cara untuk alih profesi. Pertama, Anda langsung berubah haluan meski profesi itu sangat berlainan. Artinya, Anda harus memulai lagi dari nol. Anda kehilangan waktu dan juga pengalaman sebelumnya. ”Biasanya mereka yang masih single yang berani mengambil jalan ini,” katanya. Mereka belum memiliki tanggungjawab finansial terhadap keluarga, dalam arti menghidupi anak istri, sehingga berani mengambil resiko besar seperti ini.

Jalan kedua lebih berhati-hati dan moderat. ”Anda bisa menjadi parttime dulu,” ujar dosen Fakultas Psikologi Universitas Bina Nusantara itu. Dengan menjadi freelance, Anda memiliki pengalaman dan pengetahuan di bidang itu, sehingga ketika memutuskan untuk menekuni pekerjaan tersebut, Anda tak harus memulai dari nol lagi. Cara ini lebih aman dan banyak dilakukan orang.

Cara ketiga adalah dengan menempuh pendidikan pascasar-jana yang sesuai dengan keinginannya. ”Ini yang paling banyak dilakukan,” tegas Esther. Cara cerdik ini ditempuh untuk mendapatkan pengakuan secara keilmuan, sehingga ketika memasuki dunia tersebut, Anda tak harus memulai dari nol. Walau tak berpengalaman, tetapi ada pengakuan keilmuan karena memiliki gelar pascasarjana.

Melanjutkan S2
Meski banyak cara untuk mengembangkan karir, namun melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 adalah jalan yang paling banyak dipilih orang. Apalagi, beberapa perusahaan besar mewajibkan karyawannya memegang ijazah S2 untuk menduduki posisi manajer. Harus diakui, melanjutkan pascasarjana, adalah salah satu jalan yang cukup efektif untuk mendongkrak karir Anda. Pertanyaan berikutnya adalah kapan saat yang tepat untuk mengambil gelar master itu?

”Kalau untuk akademisi, sebaiknya setelah lulus S1 langsung melanjutkan ke S2,” jelas Esther. Namun, untuk profesi di luar itu, sebaiknya Anda menimba pengalaman dulu di dunia kerja yang sesungguhnya. Dengan pengalaman dua hingga tiga tahun, Anda sudah bisa mengambil pendidikan pascasarjana. Seandainya saat kuliah Anda sudah bekerja, Anda bisa langsung meneruskan pendidikan. Pengalaman bekerja, menurut Esther, akan menambah skill dalam bersosialisasi dan mengambil keputusan. Hal-hal seperti ini tak bisa diperoleh melalui pendidikan formal.

Jika Anda melanjutkan ke jenjang pascasarjana tanpa dibekali pengalaman kerja, nantinya Anda akan miskin keahlian sehingga sulit mengambil keputusan penting. ”Beberapa teman di HRD sering mengeluhkan hal ini. Digaji S2 tak layak tetapi diberi gaji S1 kasihan,” ujar Esther yang juga aktif di Binus Career, sehingga  memiliki  relasi luas   dengan praktisi sumber daya manusia dari berbagai perusahaan.

Menurut Esther, saat ini banyak mahasiswa S1 tingkat akhir yang kuliah sambil bekerja. Cara ini efektif untuk mendongkrak karir. Saat lulus, mereka sudah memiliki pengalaman satu hingga dua tahun, sehingga bisa langsung melanjutkan ke jenjang berikutnya. Karir impian pun lebih cepat tercapai.

Saat mengambil S2 adalah waktu yang tepat untuk mereposisi profesi Anda. Jika pekerjaan saat ini dianggap tak sesuai dengan minat dan karakteristik, Anda bisa mengambil pendidikan lain yang sesuai dengan kepribadian. Walau berbeda jalur, Anda tetap memiliki keunggulan karena mempunyai wawasan keilmuan yang memadai. Pengalaman sebelumnya tetap berguna, terutama dalam menjalin relasi dan proses pengambilan keputusan. DH


Posted in HighLite0 Comments