Archive | Destination

Festival Bau Nyale 22 Februari di Lombok

Belum pernah dengar apa itu Festival Bau Nyale? Bau Nyale adalah merupakan tradisi rutin masyakarat suku Sasak yaitu festival menangkap cacing. Upacara tradisional Bau Nyale ini dirayakan setiap tahunnya, 5 hari setelah bulan purnama pada hari ke-20 bulan ke-10 berdasarkan kalender suku Sasak. Tahun ini jatuh pada tanggal 22-23 Februari 2012.

 
Nah, Festival Bau Nyale sendiri ini muncul berdasarkan kisah legenda Putri Mandalika, dimana konon nyale merupakan penjelmaan dari putri tersebut. Makanya, penduduk setempat percaya bahwa nyale bukan hanya sekedar sejenis cacing biasa tetapi dianggap keramat sebagai mahluk suci yang membawa kesejahteraan bagi mereka yang menghormatinya dan bisa membawa kemalangan bagi mereka yang mengabaikannya.

 
Makanya, kalau Anda penasaran, segera atur rencana ke Lombok untuk menyaksikan upacara tradisional Bau nyale ini. Mereka akan menangkap nyale, yang memang hanya muncul beberapa kali dalam setahun. Mereka beramai-ramai akan menangkap nyale di sepanjang pesisir pantai Lombok. Kali ini mereka akan menangkap nyale di Pantai Kaliantan, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur.

 
Upacara tradiosional ini juga akan dilengkapi dengan beragam lomba tradisional seperti Bakayaq, Cilokaq, Peresean, Begambus, berbalas pantun dan mendayung perahu. Acara juga dimeriahkan oleh kesenian wayang kulit, penginang robek dan pertunjukkan teater legenda Putri Nyale. Pokoknya seru deh, dan bakal berkesan bagi Anda.

Posted in Destination0 Comments

GoIndonesia.com Gelar Ajang PhotoShare on Facebook

GoIndonesia.com, online travel agent terlengkap di Indonesia menggelar ajang PhotoShare di Facebook fanpage-nya. Ajang berbagi foto dan bertukar komentar melalui wadah jejaring sosial Facebook ini sudah dimulai sejak tanggal 12 Januari 2012 lalu.

 
GoIndonesia PhotoShare terbagi dalam 4 tema, masing-masing tema berdurasi selama sepekan. Tema pertama yaitu “On The Beach” yaitu tema yang mengangkat berbagai kejadian unik saat di pantai, baju pantai yang unik, momen saat berlibur di pantai, pemandangan di pantai yang paling berkesan, atau apapun yang berkaitan dengan aktivitas di pantai. Peserta diberi kebebasan untuk berekspresi seluas-luasnya untuk menggugah dan membagikan foto kepada rekan-rekannya sekaligus saling bertukar komentar. Peserta diberi kebebasan untuk berekspresi seluas-luasnya untuk menggugah dan membagikan foto kepada rekan-rekannya, sekaligus saling bertukar komentar.

 
Tema kedua, “Gaya Makan” yang mengusung hal-hal seputar cara makan, ekspresi saat menikmati makanan, acara makan-makan yang seru, makanan paling eksotik dan berbagai hal lainnya yang melibatkan manusia dan makanan.

 

Pemberitahuan soal tema ajang GoIndonesia PhotoShare ini selalu lakukan saat tema tersebut dibuka, sehingga peserta tidak tahu tema apa yang akan dibuka untuk minggu berikutnya. Dengan demikian, hal ini bisa merangsang para peserta untuk melakukan hal-hal yang unik dan menyenangkan.
Tanggapan dari para peserta sangat positif, hal ini terlihat dari banyaknya foto yang masuk dan dibagikan serta komen-komen terhadap foto tersebu, hanya beberapa jam setelah ajang PhotoShare digelar. Untuk ikutan ajang PhotoShare ini, caranya mudah sekali. Masuk saja ke Facebook fanpage GoIndonesia, klik LIKE dan baca petunjuknya.

 

Hadiah-hadiah seperti voucher hotel berbintang di Bali akan diberikan kepada para pemenang yang fotonya paling unik menurut kriteria panitia setiap minggunya. Di akhir periode ke-4 juga akan ditentukan pemenang Grand Prize berupa voucher menginap selama 3 hari 2 malam di Hotel O-CE-N Bali by Outrigger, Legian, Kuta, Bali serta voucher MayangSuki Restaurant dan totok Aura Dian Kenanga. Bagi yang memberikan komentar unik dan lucu, akan diberikan voucher restoran dan totok aura kepada 5 pemenang setiap minggunya. GoIndonesia juga bekerjasama dengan Hotel Conrad Tanjung Benoa Bali dan Hotel The Hill Villas Nusa Dua Bali. Ajang GoIndonesia PhotoShare ini juga bekerjasama dengan OkeZone.com sebagai media partner. Informasi lebih lanjut, bisa dilihat di http://on.fb.me/PhotoShareGoIndonesia

 

Posted in Destination0 Comments

MANADO, The Forgotten Paradise

foto oleh: Agus Joko Purwanto
ajp-indonesiaindah.blogspot.com
agusjoko.purwanto@yahoo.com

Salah satu keuntungan berwisata ke Manado dan sekitarnya adalah fakta sedikitnya jumlah pengemis. Karakter masyarakat lokal yang benci untuk meminta -minta menyebabkan kalangan muda usia merantau pergi ke luar pulau jika tak mendapatkan cukup pekerjan di kota asalnya . Inilah daftar 9 lokasi wajib kunjung jika tengah traveling ke kota Manado, Sulawesi Utara .

  • Bunaken

Terletak sekitar 1 jam perjalanan ke arah utara/timur laut dengan perahu motor dari pelabuhan Manado. Biaya sewa kapal untuk sehari penuh berkisar Rp 500-600 ribu. Jika menggunakan kapal rakyat yang disesaki puluhan orang, cukup bayar beberapa belas rupiah saja. Tapi hanya tersedia keberangkatan satu kali satu hari, yakni sore, dan pulang dari pulau esok paginya. Cek lagi harga-harga di pelabuhan Manado. Umumnya kita akan berangkat pagi hari saat laut pasang dan pulang sebelum laut surut di jam 2-3 siang. Jika terlambat maka kita kesulitan mendarat di Manado karena daratan jauh lebih tinggi daripada permukaan air laut. Meski Bunaken tak jauh dari daratan tapi tetap waspadai ombak besar yang bisa muncul sewaktu-waktu. Nelayan setempat dan operator kapal motor memiliki pengetahuan soal di musim apa ombak besar biasanya datang.
Masalah utama dengan Bunaken adalah sampah. Setiap kali angin barat muncul, ombak menyeret sampah-sampah di perairan Manado (plastik, koran, kaleng, botol) sampai ke perairan Bunaken sebelah barat. Jadi jika Anda hendak diving, pastikan bermain di sisi timur Bunaken yang lebih bersih.

  • Tangkoko Batuangus , Bitung

Bitung terletak sekitar 1 jam jauhnya perjalanan darat dari Manado ke arah tenggara. Secara jarak berkisar 46 km. Taman Nasional ini menyimpan salah satu primata terkecil di dunia, Tarsius spectrum. Selain itu juga ditemukan 126 mamalia lain, 233 jenis burung, serta 104 reptil serta amfibi lainnya di sini. Di antara jumlah itu sekitar setengah di antaranya merupakan endemik pulau ini, artinya khas pulau Sulawesi dan tidak bisa ditemukan di daerah lain.

  • Pulau Lembeh, Bitung

Di seberang kota Bitung terletak pulau Lembeh. Pulau itu bertindak sebagai pelindung kota dari angin dan ombak ganas. Sebagai akibatnya, pelabuhan Bitung adalah salah satu pelabuhan samudera terbaik di Indonesia dengan kedalaman laut yang mencukupi untuk menampung kapal-kapal bertonase besar. Banyak kapal pesiar kelas dunia sudah tercatat bersandar di sini. Kota Bitung sendiri biasa saja. Cukup ramai, besar, meriah, mirip dengan ibukota provinsi Manado. Yang bikin mata kelilipan adalah miniatur Menara Eiffel di salah satu perempatan. Tingginya yang hanya 12 meter jangan dibandingkan dengan menara aslinya di Paris sana. Katanya sih dibangun oleh salah satu walikota Bitung di masa lalu, sebagai kenangan atas masa cinta dan romantismenya saat kuliah di Paris. Diving di Selat Lembeh adalah salah satu rekreasi yang disarankan. Kalah populer dibanding dengan diving di Bunaken. Tapi belakangan popularitas Lembeh sudah naik pesat dibandingkan 10 tahun silam. Anda tidak akan temukan karang warna-warni seperti dasar laut Bunaken di sini. Ini beda karakter dengan tetangganya di utara itu. Di sini karena selatnya sempit dan seperti leher botol, banyak plankton hidup dan memberi makan ikan bermacam rupa berbentuk aneh-aneh yang hidup di sini.

  • Watu Pinawetengan

Ini adalah salah satu peninggalan purba di Sulawesi Utara. Konon batu besar berukuran tinggi 2 meter dan panjang 4 meter ini digunakan sebagai meja rapat para tetua leluhur di kawasan ini. Mereka membahas antara lain perbatasan wilayah yang seringkali disengketakan, menyatakan perang dan perdamaian di antara kepala suku. Warga setempat menyebutnya sebagai Pinabetengan. Lokasinya sekitar 50 km dari kota Manado.

  • Pasar Tomohon

Terletak di setengah perjalanan antara kota Manado dan Danau Tondano, kota ini dikenal karena perguruan tinggi yang berada di pusat kota. Namun dua gunung berapi yang berada di dekatnya mungkin berefek lebih serius pada masyarakatnya daripada masalah intelektual. Gunung Lokon yang terletak di sebelah barat sudah menyebabkan ribuan orang terpaksa mengungsi ketika meletus Agustus 2011 lalu. Itu mungkin sebabnya kota ini dinamakan Tomohon, atau kota selalu berdoa. Pasarnya yang berada di pusat kota terkenal sebagai salah satu pasar terlengkap di seluruh Sulawesi Utara. Berkunjunglah pada Sabtu pagi karena itu merupakan hari penjualan berbagai binatang aneh. Bukan saja babi dan anjing yang umum dikonsumsi di sana, tapi juga tikus hutan dan kelelawar. Tikus hutan yang dijual di sini berbeda dengan tikus rumah. Katanya dagingnya berwarna putih dan enak. Tapi bagaimana membedakannya dengan tikus got? Selain soal binatang aneh-aneh, pasar Tomohon juga menyimpan kejutan- kejutan sendiri. Misalnya ibu-ibu setengah umur yang berjoget dengan iringan musik. Karakter masyarakat di sini yang terbuka dan ringan dalam menjalani hidup menyebabkan hal semacam itu lebih mudah terjadi.

  • Restoran Tinoor

Dijumpai pada pertengah perjalanan antara Manado dan Tomohon. Ini merupakan perhentian populer bagi warga lokal. Anda bayar satu harga, makan sekenyangnya. Dan enak. Kecuali daging kelelawar yang musti bayar ekstra. Pada akhir pekan usahakan sampai sini sebelum jam 11 siang, atau Anda tidak kebagian meja. Jika terlambat mampirlah sekitar jam 2 siang.

  • Danau Tondano

Terletak 36 km sebelah selatan Manado, jalanan yang serba menikung dan menanjak menyebabkan perjalanan dengan mobil sewaan ke kawasan ini membutuhkan waktu 1 jam lebih. Ada beberapa pilihan berwisata ke tempat ini. Pertama, mengelilingi danau seluas beberapa puluh kilometer itu. Butuh waktu sekitar 2 jam untuk berputar secara penuh. Kedua, mampir di beberapa rumah makan yang terletak utamanya di sisi utara-barat laut danau, antara Remboken sampai Tondano. Ketiga, mandi air panas di Paris, sebuah lokasi peristirahatan di desa Remboken.

  • Woloan

Desa ini dikenal sebagai lokasi pembuat rumah tradisional Minahasa dengan bermacam ukuran dan bentuk. Model dengan ukuran 1:1 dijejerkan di sepanjang pinggir jalan desa. Anda tinggal berhenti, melakukan inspeksi, dan menentukan model dan ukuran mana yang Anda inginkan, dan melakukan tawar menawar harga. Semua sudah termasuk ongkos pengapalan sampai ke alamat rumah Anda di mana pun di Indonesia. Mereka juga akan membangunkannya bagi Anda di lokasi yang Anda inginkan. Semua model rumah ini disusun dalam bentuk knock down sehingga mudah dibongkar pasang.

  • Waruga

Berlokasi di desa Sawangan di dekat Airmadidi terdapat sekumpulan batu kuno, dengan usia tertua berasal dari kisaran tahun 900. Ini merupakan kuburan di mana jenazah pada masa itu tidak dikuburkan tapi didudukkan di atas semacam keramik. Praktek itu didasarkan pada kepercayaan bahwa bayi dilahirkan dalam posisi duduk, sehingga saat meninggal pun sebaiknya dalam posisi yang sama. Perhatikan ukiran di bagian atas batu. Itu bisa memperlihatkan kalau bukan sakit penyakit yang diderita almarhum, hobi atau kesenangannya, atau pekerjaan yang dijalani di masa hidupnya. Kebiasaan semacam ini masih diperlihara sampai awal tahun 1800-an. Di masa kolonialisme Belanda, praktek penguburan semacam ini dilarang karena dianggap menyebarkan kolera dan tuberkolosis.

Posted in Destination0 Comments

10 Lovely Place for Chocolatiers!

Siapa sih yang tidak tahu cokelat? Makanan olahan dari biji kakao ini merupakan salah satu komoditas paling populer di dunia. Hasil olahannya bisa berbentuk cokelat batangan, maupun cair. Konon, minuman cokelat ini dikonsumsi sejak 500 SM oleh Suku Maya dan dipercaya sebagai makanan para dewa.

Sekarang ini banyak sekali kuliner yang memakai cokelat sebagai bahan dasar atau sebagai toping. Rasanya yang khas membuat cokelat digemari oleh semua kalangan baik tua maupun muda. Bagi anda penggemar cokelat, berikut ini adalah 10 tempat yang menyajikan cokelat terbaik di dunia

1. Chocoholic Buffet, Vancouver, Canada

Dalam suasana bergaya rumah-rumah abad pertengahan di Eropa, Fleuri Restaurant yang terdapat di dalam Sutton Palace Hotel menyediakan all-you-can-eat-chocolate buffet. Berbagai macam kue, pastry, roti, pai, dan berbagai jenis makanan buatan sendiri disajikan disana. Cokelat yang dipakai bukan cokelat sembarangan, melainkan premium-quality Schokinag chocolate. Bahkan cocktail dan minumannya pun bertema cokelat. Untuk setiap hari Kamis, Jumat dan Sabtu malam, restoran ini menyediakan booth chocolate-buffet ini di jantung kota Vancouver.

 

2. Magnolia Bakery, New York

Sebuah kedai roti bergaya tahun 50-an yang terlihat nyaman ini sempat populer melalui program TV “Sex In The City”. Ketika itu para karakter utama terhenti di depan kedai karena melihat cupcakes di etalase. Yang menjadi favorit di Magnolia Bakery adalah German chocolate cake. Selain itu ada Red velvet chocolate cupcakes, puding pisang, cherry cheesecake, dan brownies.

 

 

 

3. Max Brenner, New York

Restoran ini terkenal akan cokelat panas yang disajikan dengan “hug-mug”, cangkir yang didesain khusus menyesuaikan dengan genggaman telapak tangan. Badan akan terasa hangat dengan meminum cokelat panas yang lezat dan suhu hangat cangkir saat kita memegangnya. Di sini juga menawarkan chocolate truffle martini dan cokelat fondue.

chocolate fondue

4. Maya Chocolate, Tabasco, Mexico

Maya Chocolate Recipe

Di sinilah tempat lahirnya minuman cokelat (cokelat berasal dari bahasa Maya: xocoat). Cita rasa minuman cokelat di Maya Chocolate berbeda dari tempat-tempat lain. Anda dapat mencoba hot chocolate Maya style: kental, banyak busa, agak pahit, dan ditaburi bubuk cabai. Atau Spanish conquistadors style: cokelat pahit, ditambah dengan gula merah, kayu manis, dan susu kental. Just try it both ways and don’t forget the fondue!

 

 

 

 

 

5. Sachertorte, Vienna, Austria

Sponge cake cokelat berlapis selai apricot yang dilapisi lagi dengan dark chocolate icing. Ya, itulah Sachertorte, kue cokelat racikan Franz Sacher. Pada tahun 1832, ia membuat kue ini untuk membuat majikannya, Klemens Wenzel – Pangeran von Metternich, terkesan. Ternyata kue ini mendatangkan ketenaran dan keberuntungan bagi Franz Sacher. Tahun 1876, Eduard Sacher, anaknya membangun Vienna Hotel Sacher yang bertahan sampai sekarang. Santap Sachertorte dengan unsweetened whipped cream sambil ditemani secangkir kopi hangat.

 

Sacher Hotel, Vienna

6. Chocolate Festival, Turin, Italy

Chocolate Festival, Turin

cioccolata caldo

 

 

 

 

 

 

 

 

Festival cokelat yang bertajuk Cioccola-Tò ini diadakan pada bulan Februari. Disini anda bisa menikmati cioccolato caldo, cokelat panas yang kental dengan toping whipped cream diatasnya, atau secangkir bicerin, lapisan cokelat panas dan espresso. Coba juga giandujotto, permen cokelat-hazelnut yang dibungkus dengan alumunium foil.

Bicerin

Giandujotto

 

 

 

 

 

 

 

 

7. Valrhona Chocolate, Tain L’Hermitage, France

Di negara penghasil wine ini, anda harus menyempatkan mampir di Valrhona Chocolate, tepatnya di pinggiran sungai Rhone. Di sana merupakan surga bagi para chocolatier maupun para koki profesional. Yang menjadikan tempat ini luar biasa adalah proses pembuatan cokelat hanya dengan lemak alami dari biji kakao tanpa tambahan lemak nabati lagi. Para penggemar dapat mencicipi dan membeli cokelat langsung di tempat pengolahannya. Sedangkan para koki profesional dapat belajar mengolah cokelat di Valrhona’s École du Grand Chocolat, sekolah khusus cokelat.

Demo memasak, Valrhona’s École du Grand Chocolat

8. Chocolate And Churros, Madrid, Spain

Chocolateria San Gines

Ada satu kebiasaan unik dari penggemar cokelat di Madrid yang disebut chocolaterias atau dikenal juga dengan sebutan churrerias. Mereka suka sekali berkumpul beramai-ramai sampai larut malam, terkadang sampai pukul 4 pagi bahkan menjelang sarapan. Makanan trademark mereka adalah churro, mirip dengan waffle tapi berbentuk tongkat dan digoreng hingga sangat renyah. Churro disantap dengan cara mencelupkannya ke cokelat kental yang panas dan rasanya pahit. Jika berkunjung ke Madrid, tepatnya ke pusat kota Pasadizo San Ginés, Chocolateria San Gines wajib anda kunjungi. Suasana yang hiruk pikuk, lampu yang cerah, serta camilan yang lezat dapat menemani anda sepanjang malam.

 

Chocolate and Churros

9. Nemesis, River Cafe London, England

River Cafe, London

River Cafe merupakan salah satu restoran terbaik di London. Tempat ini melahirkan banyak selebriti chef dunia, salah satunya adalah Jamie Oliver. Hidangan yang paling poluler di River Cafe adalah Nemesis, kombinasi nikmat antara chocolate mousse dan chocolate souffle. Tekstur yang lengket dengan sedikit kerak diatasnya membuat anda akan tenggelam dalam kenikmatan rasa cokelat yang sesungguhnya.

Nemesis

 

 

 

 

 

 

 

 

10. Chocolate Hotel, Bournemouth, England

Satu lagi tempat di daratan Britania yang mampu memuaskan para pecinta cokelat. Chocolate Hotel adalah hotel yang bertemakan cokelat. Dimana lagi anda bisa makan, bernafas, dan tidur dengan nuansa serba cokelat? Hanya disini tempatnya. Ditambah dengan sederet kelas membuat cokelat sekaligus icip-icip akan menjamin kepuasan anda. (fnt)

 

 

 

Chocolate Hotel Room

Posted in Destination0 Comments

Bosan liburan di rumah terus?Ke Kota Tua aja!!

Di masa liburan ini, Pemda DKI Jakarta mengadakan event besar di bilangan Kota Tua, namanya Festival Kota Tua 2011. Festival Kota Tua merupakan event rutin tahunan yang digelar di Taman Fatahillah Kawasan Kota Tua sebagai salah satu icon wisata sejarah dan budaya Kota Jakarta. Dalam event ini, kita dapat menyaksikan berbagai atraksi seni budaya, pameran industri kreatif, fashion show Tempoe Doeloe, atraksi permainan tradisional, kuliner, serta bazaar. Acara ini berlangsung dari tanggal 1 September – 30 September 2011.

Kota Tua merupakan salah satu wilayah bekas peninggalan kolonialisme Belanda yang pernah berkuasa di Jakarta (dulu Batavia). Nampak jelas gaya arsitektur yang digunakan Belanda dalam membangun gedung-gedung yang berada di daerah yang sering kita sebut Kota Tua saat ini. Wilayah Kota Tua yang dibangun oleh VOC pada tahun 1620. Di sana terdapat lebih dari 250 bangunan, kebanyakan dibangun dengan gaya NeoKlasik yang merupakan lanjutan dari gaya arsitektur zaman klasik seperti pada bangunan Romawi maupun Yunani. Sebut saja Museum Jakarta, Museum Keramik, dan Gedung Kesenian Jakarta, deretan bangunan dengan corak bergaya NeoKlasik yang dapat dilihat dari kolom, pendimen gable, dan lainnya. Namun gaya NeoKlasik yang ada di Kota Tua Jakarta lebih sederhana karena terdapat unsur hias di sekeliliingnya.

Museum Jakarta atau Museum Fatahillah dulu adalah sebuah Balai Kota yang dibangun pada tahun 1707-1710 atas perintah Gubernur Jendral Johan van Hoorn. Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Bagian depan Museum Fatahillah berbentuk setengah lingkaran, dindingnya terbuat dari tembok beton dan hanya di bagian depan terdapat jendela kecil dengan jeruji besi yang sangat kuat. Pintunya terbuat  dari kayu jati tebal sekitar 10 sentimeter, dan tinggi lebih dari tiga meter. Susunan jendela besar mempunyai irama tertentu, yaitu 5-4-5. Jendela ini berfungsi untuk memasukkan cahaya dan udara ke dalam bangunan. Cupola, bentuk silinder pada bagian atas atap menyerupai menara, menyimbolkan kekuasaan VOC terhadap kota Batavia pada masa itu. Tepat di ujung nok terdapat tiang asap sebagai penambah unsur dekoratif yang fungsional. Di lantai 2, akan terlihat sebuah busur lengkung yang terbuat dari batu alam bermotif kerang-kerang laut. Di lantai ini pula, perbedaan setiap pintu ruangan terlihat sangat jelas. Semakin besar ruangan yang ada maka kusen pintu pun akan semakin tinggi. Dahulu di Museum ini juga terdapat sebuah patung yang menjadi favorit berupa patung Dewi Keadilan atau Dewi Yustitia yang kini sudah lenyap. Patung tersebut berwujud wanita dengan mata tertutup sambil tangan kanan memegang pedang dan tangan kiri memegang timbangan.

Museum Wayang terdapat di jajaran bangun lain di sekitarnya. Jajaran bangunan pada museum Wayang ini dirancang dengan bentuk yang hampir sama, sehingga tampak seperti kota di tepi kanal di Amsterdam. Museum Wayang ini bergaya Dutch Closed. Museum ini menyimpan koleksi wayang dari daerah-daerah di Indonesia seperti Jawa, Sunda, Bali, Lombok, Sumatera dan juga luar negeri antara lain Malaysia, Suriname, Kelantan, Perancis, Kamboja, India, Pakistan, Vietnam, Inggis, Amerika dan Thailand. Jumlah koleksinya kurang lebih 5.147 buah yang diperoleh dari pembelian, hibah, sumbangan dan titipan. Gedung museum ini beberapa kali mengalami perombakan. Awalnya gedung ini merupakan gereja yang bernama de Oude Hollandse Kerk. Bangunan ini kemudian hancur total karena gempa, lalu dirombak menjadi Bataviasche Genootshap van Kunsten en Wetenschappen, yaitu lembaga yang menangani pengetahuan dan kebudayaan Indonesia. Lalu pada 1975, gedung ini diserahkan kepada pemerintahan DKI Jakarta dan diresmikan menjadi Museum Wayang oleh Ali Sadikin (gubernur pada saat itu) pada tanggal 13 Agustus 1975.

Museum Keramik atau Museum Seni Rupa mulanya adalah gedung Raad van Justitie (Dewan Kehakiman pada masa pemerintahan Belanda). Bangunan ini berdiri pada tanggal 21 Januari 1870 . Arsitektur bangunan Museum Seni Rupa masih tampak jelas bentuk dan bangunannya yang anggun bergaya Eropa yang disebut bentuk atrium. Bentuk ini mempunyai bangunan induk yang dilengkapi dengan dua buah bangunan sayap serta dipisahkan dua halaman yang luas. Di belakang terdapat koridor yang menghubungkan sayap kiri dan kanan. Bagian depan merupakan pintu masuk ke Museum Seni Rupa sebagai tiruan gaya bangunan Yunani yang berasal dari pertengahan abad ke-5 SM. Terlihat jelas tiang-tiang penyangga yang kokoh dan besar-besar.

Museum Bank Indonesia dibangun pada abad ke-17 ini, awalnya digunakan sebagai rumah sakit. Pada tahun 1828 gedung ini digunakan oleh De Javasche Bank. Pada tahun 1935, gedung direnovasi oleh arsitek dari Belanda, Ed. Cuypers dan M.J. Hulswit atas perintah De Javasche Bank. Setelah Indonesia merdeka, gedung ini digunakan oleh Bank Indonesia dan sekarang menjadi Museum Bank Indonesia. Di dalamnya terdapat lebih dari 400 lukisan kaca patri asli dari seniman kaca patri Belanda dengan ragam hias berupa komoditas perdagangan pada masa Hindia Belanda dan dewa-dewi Yunani.

Nah, makin penasaran kan? Makanya buruan kesana, mumpung festivalnya masih ada dan masa liburan juga belum habis. Kalo ngga libur, luangkan waktu week end bulan ini untuk jalan kesana, daripada ke pusat perbelanjaan melulu,hehee.(fnt)

Posted in Destination0 Comments

Santiago Bernabeu Stadium, Madrid In A Glance

If you’re in Madrid, and you’re such a football fan, or even if you’re not, the Santiago Bernabeu Stadium is definitely a must!

Mengintip markas bagi klub Spanyol yang mengoleksi sembilan gelar di Liga Champions dan menjadi klub yang terbanyak menjuarai Primera Liga Spanyol serta kebanggaan dari madrilenos (sebutan untuk warga kota Madrid), Real Madrid, memang luar biasa. Nama Santiago Bernabeu diambil dari nama salah satu President Real Madrid yang berjasa membesarkan klub ini. Stadium ini sempat tercatat menjadi tempat penyelenggararaan event-event besar, seperti Piala Dunia dan Piala Eropa.

Jarak stadion ini dari bandara Madrid sekitar 14 km dan bisa ditempuh dengan kereta (trem) dalam waktu kurang dari 15 menit. Untuk sampai ke stadium yang kini menampung kapasitas hingga 80.000 orang lebih ini bisa dengan berbagai rute transportasi umum yang sama sekali tidak rumit. Atmosfer Real Madrid sudah mulai terasa saat memasuki lorong stasiun kereta. Poster beberapa pemain Real tertempel di beberapa sudut ruangan.

Stadium Santiago Bernabeu terletak sekitar 4,5 km dari pusat kota Madrid. Pada umumnya kunjungan ke Bernabeu berbuah pengalaman mengesankan dan seru. Pasti akan mendapatkan sensasi luar biasa saat memasuki stadium. Bagaimana tidak? Kesempatan menyaksikan dan mengalami pertandingan sepakbola secara nyata di sana…

Tersedia tur lengkap seharga 15-16 Euro ke museum yang terletak di kompleks stadion ini juga. Tur dimulai dari lantai paling atas, di mana kita bisa melihat seluruh pemandangan stadium dari atas: suatu hamparan hijau bak permadani, nampak bersih dan indah. Dari lantai atas menuju ke lokasi kedua. Yakni ruangan yang dipenuhi segala sesuatu yang bercerita tentang sejarah Real Madrid sejak awal berdiri hingga saat ini. Kemudian ada ruangan tropi, kursi penonton, sampai kursi pemain dan pelatih. Tak lupa pula mengunjungi juga booth suvenir, yang khusus menjual beragam souvenir asli Real Madrid. (fnt)



[Short tip: prefer self-guided tour. You may avoid paying the extra for a guided tour. You may save a few euros without lose much information.]

 

 



”It’s no surprise that tickets to watch major football matches in the stadium are extremely pricey. But all I can say is that it was worth. When you see a live match there, you’ll kind of get a feel of what it is.”

Posted in Destination0 Comments

Flores, When Heaven Touches Nature


Pulau Flores memiliki panorama alam yang unik dan keberagaman budaya . Nama Flores berasal
dari bahasa Portugis , Cabo de Flores , yang berarti Tanjung Bunga . Tidak diketahui kenapa orang
Portugis yang berlabuh pertama kali di ujung timur pulau itu pada 1600-an memberi Nama demikian.
Pulau dengan kontur alam bergunung-gunung dan berbukit-bukit ini disebut pula dengan nama Nusa Nipa atau Pulau Ular karena bentuknya yang mirip ular.

Flores merupakan salah satu dari tiga pulau besar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dua pulau lainnya adalah Pulau Timor dan Pulau Sumba. Secara administratif, Flores terbagi dalam 8 kabupaten, yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, dan Flores Timur. Sedikit di sebelah timur pulau ini ada Pulau Alor dan Lembata yang merupakan kabupaten tersendiri, tapi secara kultural masuk rumpun Flores.
Ada dua gerbang utama masuk ke Flores, yakni Labuan Bajo dan Maumere. Labuan Bajo merupakan kota pelabuhan dan kota wisata di ujung barat yang juga merupakan ibukota Kabupaten Manggarai Barat. Kota ini juga menjadi gerbang menuju kawasan Taman Nasional Komodo, tempat dimana binatang purba Komodo berada. Adapun Maumere merupakan kota terbesar yang terletak di belahan timur pulau ini. Kota-kota lain seperti Ruteng, Ende dan Larantuka juga menjadi pintu masuk alternatif..Akses menuju Flores sangat mudah. Bisa ditempuh melalui jalur udara, darat dan laut. Yang lebih mudah adalah dari Denpasar. Penerbangan langsung dari Denpasar ada setiap hari ke Maumere, Labuan Bajo, Ruteng dan Ende. Jalur laut bisa dilalui dengan meggunakan kapal Pelni, kapal cepat atau kapal pesiar dari Bali. Mereka yang senang bertualang bisa memilih jalur darat dengan moda transportasi bis antar provinsi atau mobil pribadi, langsung dari Jakarta. Jalur darat ini akan melintasi Pulau Bali, lalu menyeberang ke Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan berakhir dengan penyeberangan ke Labuan Bajo. Tidak begitu melelahkan karena sebagian rute perjalanan menggunakan kapal penyeberangan. Juga tidak membosankan karena jalur ini merupakan lintasan destinasi wisata nasional dari Bali, Nusa Tenggara Barat hingga ke Flores. Artinya, para pengunjung dapat menikmati Bali, Lombok, dan Flores dalam satu rangkaian perjalanan yang menakjubkan. Selanjutnya menjelajahi Flores lewat jalur darat dari arah barat akan dimulai dari Labuan Bajo dan berakhir di Larantuka, ibukota kabupaten Flores Timur, kota di ujung timur. Panjang perjalanan kurang lebih 450 kilometer. Bisa juga memulai perjalanan dari timur di Maumere lalu ke barat. Berikut adalah sejumlah lokasi wisata menarik yang perlu dikunjungi di Flores. Tempat-tempat wisata ini diurut dari barat ke timur, jika perjalanan Anda dimulai dari Labuan Bajo.

  • TAMAN NASIONAL KOMODO

Ini merupakan kawasan di mana kadal raksasa purba Varanus Komodoensis atau yang dikenal dengan Komodo berada. Taman Nasional Komodo (TNK) masuk dalam wilayah Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores. Binatang mamalia yang disebut Ora oleh masyarakat setempat, hidup dan berkembang biak di Pulau Komodo, Rinca, dan Gilimotang. Tak cuma kadal raksasa ini yang menjadi daya tarik TNK. Kekayaan bawah lautnya juga sangat menakjubkan. Di dasar laut kawasan TNK terdapat 260 jenis terumbu karang yang disebut-sebut sebagai terumbu karang terindah di dunia karena bentuk dan warnanya beranekaragam. Perairan TNK juga merupakan jalur lintasan sekitar 10 jenis paus, 6 jenis lumba-lumba dan ikan duyung dugong, serta 1.000 jenis ikan bernilai ekonomis tinggi. Perairan di sekitar Pulau Komodo juga menjadi tempat yang menarik untuk snorkeling dan diving. Dalam kawasan TN Komodo, khususnya di Pulau Komodo, tercatat sekitar 360 kepala keluarga hidup, yang hampir semuanya orang asli Komodo. Penduduk lokal ini menganggap kadal raksasa tadi sebagai leluhur mereka. Konon satwa purba tersebut merupakan anak dari hasil perkawinan antara leluhur mereka bernama Majo dan seorang putri naga ajaib. Dari perkawinan itu, putri naga melahirkan anak kembar, yakni seorang pria berwujud manusia yang dinamai “Gerong” dan seorang putri berwujud naga yang dinamai “Ora”. Itu sebabnya orang Komodo menamai binatang langka dunia itu dengan  sebutan “Ora”. Buat yang suka trekking, ada rute trekking jarak pendek 2 km, jarak menengah 4-5 km, dan jarak panjang 8-10 km, baik di Pulau Komodo maupun Pulau Rinca. Trekking disini mengasyikkan, karena selain menyusuri hutan kering, kita juga bisa berjumpa beberapa komodo. Dari puncak tertinggi di kedua pulau itu, kita bisa melihat garis pantai dan laut yang biru di kejauhan. Setelah puas berkelana di Komodo, kita kembali ke Labuan Bajo untuk beristirahat. Dari Labuan Bajo, kita bisa melanjutkan perjalanan ke Ruteng, ibukota Kabupaten Manggarai, yang berjarak tempuh tiga jam dengan kendaraan roda empat. Di dekat kota berhawa dingin ini terdapat situs sejarah bernama Liang Bua. Beberapa tahun lalu, di dalam gua seluas setengah hektar ini, ditemukan kerangka Homo Floresiensis atau Manusia Flores, spesies manusia prasejarah berukuran kecil, de-ngan ukuran tinggi satu meter dan memiliki tengkorak seukuran jeruk.

  • TAMAN LAUT RIUNG

Tempat wisata berikutnya adalah Taman Laut Riung di Kabupaten Ngada. Lama perjalanan dari Ruteng ke Bajawa, ibukota Kabupaten Ngada, sekitar lima jam menggunakan mobil. Taman Laut Riung berada di pesisir utara. Kawasan ini merupakan gugusan pulau-pulau besar dan kecil, dengan jumlah 17 pulau, yang terkenal dengan pasir putih dan air lautnya yang jernih. Berbagai aktivitas dapat dilakukan di sini seperti berperahu menikmati keindahan pulau-pulau kecil, mengamati kawanan kalong di Pulau Ontoloe, atau bersnorkeling menikmati keindahan terumbu karang.Di Ngada, terdapat banyak kampung tradisional. Di antaranya yang terkenal adalah Kampung Bena. Kampung ini terletak di kaki Gunung Ineria, tidak jauh dari Bajawa. Perkampungan adat ini terkenal karena keberadaan sejumlah bangunan megalitik dari zaman batu dan tata kehidupan masyarakatnya yang masih mempertahankan keaslian budaya nenek moyang. Selain itu barang kerajinan tenun ikat menarik dan unik juga dapat diperoleh di Bena.

  • DANAU KELIMUTU

Dari Bajawa, perjalanan wisata berlanjut ke Ende. Kota tua yang terletak di bagian tengah Flores ini terkenal dengan danau tiga warna Kelimutu. Mereka yang ingin langsung ke Kelimutu, tanpa harus melalui Labuan Bajo, bisa mengambil penerbangan langsung dari Denpasar menuju Ende atau Maumere. Tempat wisata ini berada di Moni, kurang lebih dua jam perjalanan dengan mobil dari Ende atau tiga jam dari Maumere. Danau Kelimutu merupakan tiga danau yang terletak di tiga kawah gunung Kelimutu. Kelimutu merupakan gabungan dari kata Keli yang berarti gunung dan Mutu yang berarti mendidih. Danau ini dianggap ajaib dan mistis karena warna air ketiga danau tersebut berubah-ubah, seiring dengan perjalanan waktu.
Sebelumnya warna danau ini adalah merah, hijau dan biru. Pada pertengahan 2006 lalu terjadi beberapa kali perubahan terutama pada dua danau yang letaknya bersebelahan yakni Danau Arwah Muda-mudi (tiwu nua muri ko`o fai) dan Danau Arwah Tukang Tenung (tiwu ata polo). Danau Arwah Muda-mudi yang sebelumnya berwarna hijau, sempat berubah menjadi biru. Sementara Danau Tukang Tenung atau Orang Jahat yang sebelumnya berwarna cokelat tua berubah warna agak keme-rah-merahan. Satu danau yang letaknya terpisah disebut Danau Arwah Orangtua (tiwu ata mbupu) tetap berwarna hijau tua/lumut. Pagi hari adalah waktu yang terbaik untuk menyaksikan Danau Kelimutu. Menjelang tengah hari, apalagi sore hari, biasanya danau diselimuti kabut yang menghalangi pandangan.

  • SEMANA SANTA

Selain wisata alam dan adat istiadat, salah satu wisata andalan Flores adalah wisata religi. Di Larantuka, ibukota Flores Timur, ada sebuah acara religi yang bernama Samana Santa. Semana Santa merupakan perayaan religi saat Paskah yang berpuncak pada prosesi Jumat Agung. Ini merupakan tradisi unik peninggalan Portugis, yang masih tetap hidup di Larantuka. Setiap tahun, menjelang dan pada saat perayaan Paskah, kota yang terletak di bibir pantai ujung timur Pulau Flores ini dibanjiri ribuan peziarah dari berbagai kota di pelosok Tanah Air, bahkan dari luar negeri.

Di kota Larantuka ini banyak ditemukan simbol-simbol Katolik seperti patung Yesus, patung Bunda Maria, gereja maupun kapela. Larantuka didatangi bangsa Portugis pada abad 16. Di Lohayong, hingga kini masih terdapat sebuah benteng peninggalan Portugis. Tidak jauh dari Larantuka, tepatnya di Lamalera, Pulau Lembata, kita bisa menyaksikan tradisi penangkapan ikan paus oleh para nelayan setempat. Atraksi yang menarik minat wisatawan mancanegara ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Sekelompok nelayan melakukan penangkapan ikan raksasa itu dengan metode yang masih sangat tradisional.

 

 

 

 

 

 

 

Photo by Agus Joko Purwanto

Posted in Destination0 Comments

BELITUNG NEGERI LASKAR PELANGI

Keindahan Belitung (Belitong) yang memiliki laut jernih dengan pasir putih dan bebatuan granit mulai terekspose sejak pulau tersebut menjadi latar film fenomenal “Laskar Pelangi ” dan “Sang Pemimpi ” . Daerah ini pun berubah menjadi tujuan wisata baru.

Belitung adalah sebuah pulau di lepas pantai timur Sumatera, diapit oleh Selat Gaspar dan Selat Karimata. Akses menuju daerah ini sangat gampang. Dari Jakarta, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam penerbangan. Lokasi mana saja yang wajib dikunjungi saat berada di Belitung?

 

  • PULAU LENGKUAS

Di Pulau Lengkuas terdapat mercusuar setinggi 60 meter dengan 299 anak tangga yang merupakan bangunan Belanda tahun 1882. Wajib naik ke atas menara karena pemandangan dari atas mercusuar sangat indah. Setelah puas melihat panorama dari atas menara, Anda bisa menyeberang melalui laut dangkal ke pulau kecil berbatu lainnya yang berjarak 100 meter. Sambil menyeberang, Anda bisa berenang atau snorkeling. Air lautnya sangat jernih. Anda serasa mandi di kolam renang. Lokasi snorkeling terbaik adalah di sisi barat laut pulau Lengkuas dengan hamparan karang hidup dan ikan-ikan kecil yang menarik.

 

  • GANTUNG (GANTONG)

Perjalanan ke Gantung, dari pusat kota Tanjung Pandan, membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan melewati hutan-hutan kecil, kebun kelapa sawit, serta perbukitan. Ada juga tanah-tanah yang rusak akibat penambangan timah. Tempat ini menjadi lokasi syuting film Laskar Pelangi. Anda bisa melihat replika gedung SD Muhammadiyah.

Bangunan asli sekolah itu sudah tidak ada. Anda pun bisa melihat perumahan pejabat PN Timah pada masa itu yang disebut Gedong. Sebagian bangunan tua terlihat terlantar seperti SD PN Timah, Wisma Ria, dan pusat bengkel PN Timah. Tempat lain yang layak dikunjungi adalah Pice, sebuah bendungan besar peninggalan Belanda di Sungai Linggang yang membelah desa Gantong. Bendungan ini digunakan untuk mengatur permukaan air hulu sungai Linggang sehingga Emmer Bager (kapal keruk) dapat beroperasi (mengambil timah) dari dasar sungai Linggang. Tetapi, sebelum ke Gantung, sebaiknya Anda mencicipi Mie Belitong di Tanjung Pandan.

 

  • TANJUNG KELAYANG

Pulau batu granit ini disebut Tanjung Kelayang karena bentuknya mirip dengan burung kelayang (salah satu jenis burung yang banyak ditemukan di sana). Ada tiga pulau kecil, yang kira-kira berukuran 50 meter persegi. Letaknya tak jauh dari bibir pantai. Di sebelah timur pulau, terdapat pantai berpasir putih sepanjang 4 km hingga ke Tanjung Tinggi. Cocok untuk berenang atau sekedar bermain di pantai. Sedangkan di sisi barat pulau, banyak ditemukan batu-batu granit berbagai ukuran. Pemandangan yang sangat menawan, terutama saat matahari terbenam. Anda bisa naik ke atas batu-batu itu untuk melihat keindahan Tanjung Kelayang.

 

 

 

  • TANJUNG TINGGI

Tempat ini disebut juga Pelabuhan Bilik karena dahulu menjadi pelabuhan bagi nelayan di desa Keciput. Pantai Tanjung Tinggi diapit oleh dua semenanjung granit. Batu-batu granit berukuran besar tersebar di mana-mana. Airnya jernih. Indah dan menawan. Pastikan Anda membawa baju ganti karena pengunjung selalu mencebur ke laut. Tempat ini juga menjadi lokasi syuting film Laskar Pelangi. Sehabis berenang, Anda bisa singgah ke beberapa resto seafood segar yang menyajikan menu khas Belitung, yaitu Gangan kepala ikan Ketarap atau ikan Ilak. Gangan mirip dengan gulai yang berwarna kuning.

 

  • PULAU PASIR

Pulau kecil di tengah laut ini hanya muncul saat air laut surut. Berupa hamparan pasir putih yang lembut. Pulau pasir dikelilingi oleh pulau-pulau kecil seperti pulau Babi, pulau Pegadoran, pulau Kelayang, dan Baru Berlayar. Di Pulau Pasir, Anda bisa melihat bintang laut merah yang berukuran besar. Bintang laut itu bertebaran di antara pasir putih. Ingat, Anda tak boleh membawa binatang tersebut. Hanya boleh berfoto saja.

 

  • TANJUNG BINGA

Bagi penggemar kuliner, tempat ini wajib dikunjungi. Mayoritas penduduk di desa yang terletak 8 km di sisi barat Tanjung Tinggi ini adalah nelayan. Beberapa restoran, seperti Bukit Perahu, menyajikan seafood segar. Jika Anda penyuka ikan bakar, datanglah pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, saat di mana nelayan tiba. Anda bisa memesan ikan segar untuk disantap. Setelah itu, berjalanlah ke rumah penduduk. Tengok kiri-kanan, sebagian dari mereka menjual durian matang pohon. Pemandangan di tempat ini juga memukau dengan batu-batu granit. Ketika sunset, batu granit tambah memesona. Banyak fotografer yang mengabadikan sunset di Tanjung Binga.

 

  • BATU BERLAYAR

Pulau ini unik karena hanya terdiri dari pasir dan batu granit yang menjulang tinggi, menyerupai sebuah layar. Karena itu, penduduk setempat menyebut daerah ini dengan nama Pulau Berlayar. Pulaunya tidak besar. Hanya lima perahu yang bisa parkir di pulau tersebut. Tekstur batu menarik sehingga bisa menghasilkan foto-foto artistik jika Anda menyukai dunia fotografi. Sebenarnya, masih banyak lokasi lain yang bisa dikunjungi di Belitung bagian barat seperti Pulau Babi, serta Tanjung Pandan. Di Belitung Selatan juga terdapat beberapa lokasi wisata seperti Pantai Batu Belah, Pantai Batu Bantan, Batu Kodok, Pantai Awan Mendung serta Teluk Gembira. Namun, Belitung bagian timur, dengan ibukota Manggar, juga memiliki lokasi-lokasi yang menawan sehingga sayang untuk dilewatkan. Di kota Seribu Warung Kopi ini ada beberapa tempat yang dapat Anda kunjungi.

 

  • BURUNG MANDI

Gunung di sebelah timur laut Belitung ini menjadi tujuan utama wisata di daerah Manggar. Banyak lokasi menarik di tempat ini. Pertama, Pantai Burung Mandi. Berbeda dengan pantai lain di Belitung karena tak memiliki batu-batu granit. Pantai ini hanya terdiri dari pasir putih yang landai dan pohon pinus laut sebagai pembatas antara pantai dan daratan. Keunikan lain, pantai ini adalah satu-satunya pantai yang memiliki latar belakang gunung Burung Mandi. Kedua, Bukit Batu yaitu sebuah pantai yang berada di lereng bukit. Tak banyak pasirnya. Namun kontur yang berbukit menjadikan pantai ini unik. Ketiga, vihara Dewi Kwan Im. Tempat ibadah umat Kong Fu Chu di lereng gunung Burung Mandi ini adalah vihara terbesar di Belitung. Tiap Tahun Baru Cina, pengunjung vihara meningkat tajam. Meski tempat suci, Anda bisa masuk dan menikmati keindahannya. Keempat, Danau Mempaya. Walau terdapat ratusan danau di Belitung Timur, tetapi Danau Mempaya adalah danau terluas. Pemandangannya bagus, dengan gunung Burung Mandi sebagai latar belakang. Tempatnya sunyi. Belum banyak pengunjung yang mendatangi tempat ini.

 

  • PANTAI SERDANG

Berbeda dengan pantai di Belitung bagian barat, Pantai Serdang tak memiliki batu-batu granit. Hanya berupa hamparan pasir putih yang lebar dan landai. Cocok untuk bermain futsal atau bersepeda. Sebaiknya, Anda tidak mencebur ke laut karena ombak relatif besar. Keunikan pantai ini adalah banyaknya perahu layar katir dengan lengan bambu di kedua sisinya. Perahu itu dicat warna-warni sehingga terlihat mencolok. Setiap tahun, warga mengadakan lomba balap perahu katir. Pemandangan pantai tampak menawan jika dilihat dari Bukit Samak. Pada jaman Belanda, Bukit Samak menjadi residensial bagi ekspatriat. Tempatnya asri dengan fasilitas mewah. Kini, di tempat itu  dibangun restoran. Sambil makan, Anda bisa menikmati keindahan alam.

 

 

 

 

 

 

Photo by Agus Joko Purwanto

 

 

Posted in Destination0 Comments