Categorized | Destination

SHANGHAI: PARIS IN THE EAST

Mereka yang pernah berkunjung ke Shanghai lima-sepuluh tahun lalu dijamin pangling jika hari ini kembali menginjakkan kaki di kota terbesar di Cina ini. Anda akan merasakan seperti sedang berada di New York, Hong Kong atau Tokyo. Gedung-gedung pencakar langit menjamur di mana-mana menutupi hampir semua sudut kota. Nyaris sulit dijumpai lahan hijau dengan rerimbunan pepohonan sebagai paru-paru kota, meskipun masih ada taman-taman kecil yang rapih bersih terselip di tengah-tengah rimba beton itu..
Perubahan paling pesat terjadi dalam satu dekade terakhir. Bangunan-bangunan tinggi untuk apartemen, perkantoran, maupun hotel seperti tak henti-hentinya dibangun. Dan dalam rangka menunjang suksesnya Shanghai World Expo 2010 yang berlangsung 1 Mei hingga 31 Oktober 2010 ini, berbagai infrastrukur berskala besar dan sangat modern juga dibangun pemerintah Cina.
Salah satu contohnya adalah pengembangan jalur kereta api dalam kota (Metro) dari semula hanya tiga line kini diperluas menjadi 13 line. Lima line bisa digunakan menuju lokasi expo. Salah satu line melintas di bawah dasar sungai Huangpu. Lintasan jalan tol dalam kota pun begitu banyak. Yang mengagumkan, di beberapa persimpangan ruas tol itu bisa mencapai enam simpang susun. Salah satunya adalah simpang susun jembatan Nanpu. Simpang susun ini tampak seperti spiral dilihat dari ketinggian.
Kota Shanghai terbelah oleh Sungai Huangpu menjadi dua kawasan, timur dan barat. Wilayah timur yang disebut Pudong dikenal sebagai kawasan modern dan bisnis. Gedung perkantoran, hotel berbintang, apartemen, dan pusat pertokoan tumbuh pesat di sana. Di Pudong ini terdapat bangunan-bangunan tertinggi di dunia seperti Shanghai Oriental Pearl TV Tower (468 meter), Menara Jin Mao (420 meter), dan Shanghai World Financial Center (SWFC) (492 meter). Sedangkan wilayah barat yang disebut Puxi lebih dikenal sebagai kawasan wisata dan kota tua. Kawasan barat ini juga menjadi tempat pemukiman penduduk kebanyakan.
Dua kawasan ini terhubungkan oleh terowongan di bawah sungai bernama Yaman Dong dan dua jembatan raksasa, Lupu dan Nanpu. Lokasi World Expo 2010 berada di sisi Sungai Huangpu dalam sebuah kawasan seluas 5,5 kilometer persegi di antara jembatan Lupu dan Nanpu. Besi-besi melengkung yang menghubungkan ujung-ujung jembatan Lupu yang biasa digunakan untuk para pejalan kaki, ramai dipadati manusia yang ingin menyaksikan expo dari atas. Dari tempat ini pula kita bisa menyaksikan pemandangan kota Shanghai atau kapal pesiar yang lalu lalang di sepanjang sungai di bawahnya.
Sungai Huangpu adalah sungai terbesar di Shanghai. Lebar rata-ratanya adalah 400 meter dan kedalaman rata-rata 9 meter. Air sungai ini bening dan bersih sehingga menjadi bahan baku untuk air minum masyarakat Shanghai. Di sepanjang sisi sungai ini terdapat kawasan wisata terkenal yang disebut The Bund atau Shanghai Bund.
Menikmati keindahan kota Shanghai paling enak dilakukan pada malam hari dengan menaiki kapal pesiar (cruise) atau kapal feri menyusuri sungai Huangpu. Sambil menyantap hidangan makan malam, kita bisa menikmati keindahan gedung-gedung pencakar langit di sepanjang kiri-kanan sungai yang tampak begitu anggun disinari  lampu-lampu yang terang benderang. Tur di atas sungai ini biasanya menghabiskan waktu kurang lebih satu jam. Menyaksikan keindahan kota juga bisa dilakukan dari puncak gedung-gedung pencakar langit seperti Oriental Pearl TV Tower dan gedung Shanghai World Financial Centre.
Walau Shanghai sangat padat, dengan perkiraan jumlah penduduk 20 juta jiwa, dan luas  tiga kali lipat Jakarta, namun kebersihan dan kenyamanan kota sangat terjaga. Boleh jadi ini hasil dari kerja keras pemerintah setempat yang tiada henti-hentinya menghimbau lewat iklan layanan masyarakat meminta warganya untuk menjaga kehidupan kota yang lebih baik. Hal itu tampak dalam tema Shanghai Expo: Better City, Better Life. Dengan semakin banyaknya jumlah penduduk di kota, setiap warga diminta kesadarannya untuk berpartisipasi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.
Jika Anda berkesempatan jalan-jalan ke Shanghai, ada beberapa tempat yang menjadi landmark kota itu yang tak boleh dilewatkan. Berikut adalah beberapa di antaranya.
Shanghai Bund
Shanghai Bund atau disebut The Bund adalah sebuah kawasan pedestrian yang sangat luas di tepi barat Sungai Huangpu. Bentuknya memanjang sepanjang tepi sungai dengan luas sekitar 1,5 kilometer persegi. Tempat ini menjadi pilihan para wisatawan dan penduduk lokal untuk berkongkow ria sambil menikmati keindahan wilayah Pudong yang berada di seberang sungai. Dari tempat ini akan terlihat bangunan Oriental Pearl TV Tower dan gedung-gedung tinggi lainnya di Pudong.
Kawasan yang terletak di ujung kawasan pertokoan paling terkenal Nanjing Road ini menjadi menarik karena dikeliling oleh gedung-gedung bersejarah peninggalan pemerintahan kolonial Prancis dan Inggris yang dibangun sekitar 1930-an. Di antaranya adalah Shanghai Customs House, Shanghai Pudong Development Bank, dan Bank of China, Peace Hotel, Guilin Building, Bangkok Bank, Dongfeng Hotel dan sebagainya.
Waktu yang tepat berkunjung ke Bund adalah pada petang hari. Air Sungai Huangpu tampak berkemilau seperti emas terpapar sinar mentari yang hampir terbenam di ufuk barat. Pada malam hari, Shanghai Bund menjadi terang benderang bermandikan sinar warna-warni lampu yang dipancarkan gendung-gedung di sekitarnya.
Shanghai World Financial Centre
Jika Great Wall of China atau Tembok Raksasa Cina identik dengan Beijing, dan West Lake atau Danau Barat menjadi maskot Guangzhou, maka Shanghai juga memiliki landmark yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Dia adalah gedung Shanghai World Financial Centre (SWFC). Gedung yang terletak di Pudong ini merupakan bangunan tertinggi di Shanghai saat ini. Dengan ketinggian atap 492 meter menjadikannya sebagai gedung tertinggi ke tiga di dunia. Ia memecahkan rekor menara Shanghai Oriental Pearl TV Tower  (468 meter) yang merupakan bangunan tertinggi di Shanghai sebelumnya
Gedung berlantai 101 yang didesain oleh Kohn Pederson Fox ini dibangun tahun 1997 dan selesai tahun 2008. Disain bangunannya unik mirip penarik (puller) resleting celana. Anda dapat melihat pemandangan kota Shanghai dari lantai paling atas gedung ini. Untuk bisa merasakan berada di puncak menara, setiap pengunjung harus membeli tiket seharga sekitar Rp 200 ribu.
Dengan menggunakan lift supercepat, sekitar 8 meter per detik kecepatannya, pengunjung akan dibawa dulu di lantai 94 pada ketinggian 423 meter. Di tempat pengunjung akan diarahkan ke semacam lorong yang dikelilingi dinding kaca untuk melihat sebagian kota Shanghai dari atas.
Setelah beristirahat sejenak, perjalanan dilanjutkan ke lantai paling tinggi (lantai 101), Di sini nyali para pengunjung akan benar-benar diuji. Bagaimana tidak, sebagian lantai  terbuat dari kaca transparan sehingga orang bisa melihat dengan jelas jalan dan gedung-gedung yang berada di bawahnya. Berada di lantai ini, rasanya seperti berjalan di atas awan. Waktu kunjungan di sini kurang lebih 15 menit. Selanjutnya para pengunjung diarahkan ke areal penjualan souvenir yang berada di lantai 97. Selain bisa berbelanja souvenir, di sini pengunjung juga bisa melihat Shanghai dari atas dengan menggunakan teropong yang tersedia.
Selain SWFC, bangunan pencakar langit lain yang juga menjadi maskot kota ini adalah Shanghai Oriental Pearl TV Tower. Menara setinggi 468 meter ini mirip-mirip dengan Monas di Jakarta. Menara yang berada di tepian sungai Huangpu ini berdiri 1 Oktober 1994. Merupakan menara TV tertinggi di Asia dan tertinggi ketiga di dunia setelah menara TV di Toronto dan Moscow.  Sama seperti SWFC, menara TV Shanghai ini juga menjadi tempat tujuan wisata menarik bagi warga lokal maupun turis asing. Dari puncak menara ini kita bisa melihat pemandangan keseluruhan kota Shanghai atau lalu lalang kapal di sungai Huangpu.
Tak jauh dari menara ini, cukup dengan berjalan kaki, kita bisa mengunjungi Shanghai Ocean Aquarium, yang memamerkan 300-an jenis binatang air. Sepintas tempat ini mirip dengan Sea World di Ancol, Jakarta. Cuma bedanya, yang di Ancol aquariumnya berada di atas tanah, yang di Shanghai ada di dalam tanah. Aquarium memiliki 4 lantai ke dalam tanah. Untuk turun ke bawah melihat ikan pengunjung harus menggunakan lift.
Nanjing Road
Tak lengkap perjalanan ke Shanghai jika tak menyempatkan diri ke Nanjing Road. Ini merupakan sebuah kawasan perbelanjaan utama di Shanghai dan menjadi salah satu jalan tersibuk di dunia. Area jalan ini terbagi atas dua jalan, yaitu Nanjing Road Timur dan Nanjing Road Barat. Di sepanjang jalan ini berderet toko-toko mewah yang menjual souvenir, cenderamata dan lain sebagainya dari ujung ke ujung. Biasanya Nanjing Road juga menjadi lokasi yang ramai dikunjugi para turis dan tamu lainnya untuk merayakan hari-hari besar, seperti Tahun Baru Cina, Malam Tahun Baru, dan Natal.
Tempat menarik lainnya adalah Yuyuan Garden. Merupakan taman wisata China yang paling mewah dan terbaik. Terletak di Jalan Anren, Kota Tua, di sebelah Chenghuangmiao. Beberapa disain bergaya Suzhou sangat jelas terlihat di area taman seluas beberapa hektar, seperti area Grand Rockery, Heralding Spring Hall, Inner Garden, Jade Magnificence Hall, Lotus Pool, dan Ten Thousand-Flower Tower.
Mereka yang ingin berbelanja dan menikmati berbagai hiburan khas Kota Shanghai bisa berkunjung ke area perbelanjaan dan hiburan Xin Tian Di. Berbagai kreasi tradisional seperti aneka makanan, kafe, toko buku dan hiburan hingga kreasi modern dipamerkan di sini. Xin Tian Di merupakan salah satu kawasan hiburan terpenting di China yang dibangun oleh Shui On Land dari bangunan-bangunan rumah China kuno yang bernama shikumen. RG

One Response to “SHANGHAI: PARIS IN THE EAST”

  1. Your post is very interesting. I’ve read your blog for few days now and I trully enjoy your blog. Thank you for your great work!

Trackbacks/Pingbacks


Leave a Reply